Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Ilustrasi penebaran benih ikan di Sungai Serang, Kulonprogo.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo kembali mengingatkan masyarakat luas agar tidak menebar benih ikan invasif dan ikan berpotensi invasif di sungai-sungai wilayahnya. Larangan ini bertujuan menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati sungai-sungai di Kulonprogo.
Ikan berpotensi invasif yang dilarang tersebut misalnya tombro, lele dan nila. Selain tiga ikan itu terdapat jenis lain yang sudah dicatat pelarangannya untuk disebarkan di sungai-sungai seperti tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) KP No.19/2020.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kulonprogo Wakhid Purwosubiyantoro menjelaskan larangan tersebut bersifat wajib ditaati siapa saja. "Masih banyak yang belum mengerti secara detail larangan penebar benih ini, seperti tombro, lele dan nila itu termasuk ikan berpotensi invasif yang dapat menyerang ikan lain sehingga mengganggu ekosistem sungai," ujarnya, Rabu (3/1/2023).
Sosialisasi dan edukasi yang dilakukan DKP Kulonprogo, jelas Wakhid, sudah gencar dilakukan agar tidak ada lagi yang menebar benih ikan berpotensi invasif di wilayahnya. "Kami juga memiliki program Jaga Kaliku yang bertujuan menjaga ekosistem sungai di Kulonprogo, lewat program ini masyarakat juga mendapat edukasi merawat sungai termasuk tidak menebar benih ikan berpotensi invasif," tuturnya.
Baca Juga
DKP Kulonprogo Regenerasi Pokdakan, Ini Strategi yang Dipersiapkan
Baru 130 Nelayan di Kulonprogo Memiliki NIB
Produksi Ikan Budidaya di Kulonprogo Belum Mencapai Target
Wakhid menerangkan program Jaga Kaliku terbukti efektif menjaga ekosistem dan keanekaragaman hayati di sungai-sungai Kulonprogo. "Ekosistem sungai-sungai Kulonprogo sudah cukup baik sekarang dan populasi ikan lokal bertambah," terangnya.
Di Kulonprogo Waduk Sermo dan aliran sungai di bawah terdapat populasi ikan invasif yang mengganggu ekosistem, lanjut Wakhid, dimana jenis ikan yang menyerang populasi lain itu adalah Red Devil. "Waduk Sermo dan aliran sungai banyak ikan Red Devilnya, kami juga terus berusaha menguranginya dengan mengajak masyarakat sekitar, terutama dengan cara yang meningkatkan nilai tambah ekonomi," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala DKP Kulonprogo Trenggono Trimulyo, menyampaikan dalam program Jaga Kaliku terdapat juga kegiatan cetak buku yang berisi tentang jenis ikan yang masih hidup di perairan umum Kulonprogo. "Sedangkan sasaran buku ini adalah sebagai literasi dan edukasi sejak dini anak anak sekolah dasar," katanya, Rabu siang.
Buku tersebut nantinya disalurkan kepada sekolah dasar di seluruh Kulonprogo. "Dengan tujuan agar sedari dini anak anak dapat mengenal, mencintai sehingga ikut dapat menjaga dan melestarikan ikan di perairan umum Kulonprogo," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.