27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Piyungan di Dusun Ngablak, Sitimulyo, Piyungan, Bantul./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul mengantisipasi tumpukan sampah di bantaran sungai selama musim penghujan.
“Memang sampah yang dibuang di saluran, musim kemarau air tidak mengalir, saat hujan lebat akan terbawa arus aliran air dan berhenti di satu tempat, akan berhenti di bendung, pintu air dan sebagainya,” ujar Kepala DLH Bantul, Ari Budi Nugroho pada Minggu (7/1/2024).
Menurut Ari setiap musim hujan terjadi peningkatan tumpukan sampah di bantaran sungai. Beberapa jenis sampah yang sering ditemukan antara lain sampah domestik anorganik, dan sampah organik seperti sisa ranting pohon, atau daun kering.
Dia pun mengaku selama ini belum pernah melakukan perhitungan volume sampah yang ada di sungai. Meski begitu, dari jumlah yang dibersihkan terlihat ada peningkatan sampah dari waktu ke waktu.
“Kami juga belum pernah melakukan survei atau perhitungan khusus. Kami secara visual saat musim hujan ada penumpukan sampah di tempat tertentu, [seperti] di bendung, pintu air, karena itu sampah dari arah utara itu terbawa dan masuk ke dalam saluran air yang disana,” ujarnya.
Baca Juga
Musim Hujan, DLH Jogja: Beban Sampah Dibuang ke TPST Piyungan Bisa Meningkat
Hujan, Makam di Mlangi Longsor karena Sumbatan Sampah, Beberapa Tulang Keluar
Bersiap Hadapi Hujan, Sampah di Jalanan Jogja Akan Segera Diangkut
Dia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait dengan melakukan pembersihan sampah sungai. Selain itu, menurut Ari beberapa pihak baik pemerintah maupun swasta juga telah melakukan program pembersihan sungai secara mandiri.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah sungai selama musim penghujan.
Sementara menurut Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo sampah sungai selama musim hujan dikhawatirkan akan hanyut hingga ke laut, sehingga akan berpengaruh ke sektor pariwisata.
“Hampir semua sampah di sungai di Bantul banyak eceng gondok, batang kayu, perawatan rumah tangga yang kadang dibuang ke sungai. Itu sekarang posisi mengambang di beberapa ruas sungai. Biasanya itu sampai ke sungai, lalu ada hujan lebat, sampah itu akan sampai ke laut. Sampah itu yang jumlahnya agak sulit dikendalikan,” ujarnya.
Dia pun berharap sampah sungai selama musim penghujan tertangani dengan baik, sehingga tidak hanyut hingga ke laut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.