Klitih Bikin Wisatawan Cemas, DPRD Bantul Minta OPD Bersinergi
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Ilustrasi gerobak sampah berjejer./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Kapasitas Zona Transisi II TPA Pyungan akan penuh pada April mendatang. Itulah sebabnya, Pemda DIY meminta kabupaten dan kota di wilayahnya ikut mengantisipasi sampah yang ditimbulkan dari kunjungan wisatawan menyusul program desentralisasi sampah yang dimulai sejak tahun ini.
Sekda DIY Beny Suharsono mengakui selain sampah warga dan rumah tangga, sampah yang ditimbulkan dari aktivitas dan kunjungan wisatawan juga harus diantisipasi kabupaten dan kota di wilayahnya. Jika tidak kapasitas zona transisi II TPA Piyungan yang penuh pada April mendatang dimungkinkan bisa lebih cepat. "TPA Piyungan kan hitungan matematikanya kalau tidak dibatasi kan tidak lagi mampu menampung sampah, itu yang jelas," ujarnya, Senin (15/1/2024).
Menurut Beny, sejak awal diskusi desentralisasi sampah yang melibatkan Kota Jogja, Sleman dan Bantul juga membicarakan antisipasi penuhnya kapasitas TPA Piyungan. "Apalagi DIY kan pusat pariwisata salah satunya adalah harus serius mengelola sampah yang tidak bisa diduga misal ada lonjakan wisatawan," ungkapnya.
Beny menyebut, aktivitas wisatawan yang belanja banyak dan berkegiatan di Jogja turut mempengaruhi banyaknya jumlah sampah yang diproduksi, apalagi ketika musim ramai wisatawan. "Mereka kan belanja, banyak hal yang dibawa pulang ke daerah asal tapi residunya kan ada di daerah Jogja terutama kota," katanya.
Itulah sebabnya, Pemda DIY mengatakan pembatasan kuota pembuangan sampah ke TPA Piyungan bagi masing-masing daerah harus konsisten dijalankan. "Ya kalau kami sepakat dengan kuota yang ditetapkan bersama maka insyallah sampai April lah, yang harus jadi perhatian ialah harus ada jalan keluar mulai dari Maret dan seterusnya," kata Beny.
Beberapa daerah, kata Beny sudah siap dengan pengolahan sampahnya masing-masing yang nantinya tentu cukup signifikan dalam menekan pembuangan sampah ke Piyungan. "April sudah nggak mungkin menampung lagi dengan batasan kuota apalagi tidak dibatasi. Makanya dengan pembatasan kuota ada alternatif bagi daerah untuk mengolah misal Sleman sudah mulai mengolah dan itu membantu sekali," jelasnya.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Targetkan Kelola Sampah Mandiri Mulai Pertengahan 2024
"Bantul juga sudah mulai walaupun metodenya yang digunakan berbeda, dikelola kalurahan, buat jugangan diolah menjadi pupuk dan sebagainya. Itu tentu dampaknya ke depan signifikan," lanjut dia.
Beny meminta agar Pemkot Jogja juga mulai menjalankan metode pengelolaan sampah yang tepat meskipun sudah banyak program yang dijalankan mulai dari Mbah Dirjo ataupun Gerakan Zero Sampah Anorganik. "Jalan yang bisa dilakukan adalah mengakselerasi semua rencana yang sudah di siapkan oleh pemkot, tidak menunggu triwulan ketiga bahkan kedua," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Indonesia naik ke peringkat kedua destinasi ramah Muslim dunia versi GMTI 2026 dengan skor 79, menyamai Türkiye dan Arab Saudi.
BPBD Gunungkidul menyatakan belum menerima laporan kerusakan setelah gempa M5,4 pada Selasa malam. Warga diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi BMKG.
Wagub Jateng Taj Yasin mengajak generasi muda melakukan aksi nyata mengatasi persoalan masyarakat dan mengantisipasi bencana pada Hari Sumpah Pemuda 2026.
AC Milan menjamu Bologna pada pekan kesembilan Serie A. Rossoneri mengincar kemenangan untuk menjaga rekor tak terkalahkan di liga.
Pemprov Jateng meluncurkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan di Kabupaten Semarang untuk menjaga cadangan air tanah dan mengantisipasi kekeringan saat kemarau.