Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Petugas membersihkan mesin penghancur sampah organik untuk diolah menjadi kompos di TPS3R Nitikan, Jogja, belum lama ini./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Desentralisasi pengolahan sampah di masing-masing kota dan kabupaten di DIY ditargetkan diterapkan beberapa bulan lagi. Hal ini dilatarbelakangi penutupan TPA Piyungan yang rencananya dilakukan pada pertengahan 2024.
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo optimistis desentralisasi pengolahan sampah di wilayahnya bisa terwujud pada pertengahan 2024.
Meski di sisi lain, persiapan yang dilakukan Pemkot Jogja harus dikebut dan berkejaran dengan waktu. "Kalau [TPA Piyungan] ditutup, [desentralisasi] sangat siap kami terapkan di pertengahan tahun," ujarnya, Jumat (19/1/2024).
Singgih menuturkan, pihaknya tengah menyiapkan lahan milik Pemprov DIY di TPA Piyungan yang dipakai dengan status pinjam pakai. Nantinya, akan ada dua modul pengolahan sampah yang menghasilkan output berupa RDF.
Ini merupakan pengganti bahan bakar batu bara untuk dipakai membuat semen. Ditargetkan mampu mengolah sampah hingga 80 ton perhari dalam dua sif. Kini,
Pemkot Jogja tengah masuk dalam proses lelang. Lantaran masih harus dilakukan sejumlah perbaikan. "Di Piyungan baru dilelangkan untuk pembangunan hanggarnya," imbuhnya.
Selain itu, Pemkot Jogja juga melakukan peningkatan kapasitas TPS 3R Nitikan. Semula, lokasi ini hanya mampu mengolah 10 ton per hari.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Bersiap Desentralisasi Pengolahan Sampah, Ini Caranya
Setelah dilakukan penambahan mesin, TPS 3R Nitikan mampu mengolah hingga 30 ton sampah perhari. Peningkatan kapasitas pun dilakukan di TPST Karangmiri. Kini tengah dilakukan proses revitalisasi berupa perbaikan akses dengan membangun jembatan. "Karangmiri tahun ini revitalisasi. Ini kemarin baru 5 ton kita naikkan menjadi 20 ton," katanya.
Singgih mengatakan upaya pengelolaan sampah di tingkat hulu juga masih terus dilakukan. Masyarakat terus diedukasi untuk ikut serta mengolah sampah dari sumbernya. Ini juga turut diwujudkan menjadi salah satu program CSR perusahaan di lingkungan Kota Jogja. "Semoga ini semuanya dalam proses progres yang baik, sehingga perncanaan (desentralisasi pengolahan sampah) kita tidak meleset," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.