Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memastikan TPS untuk pelaksanaan pemilihan ramah bagi disabilitas. Selain itu, juga ada penyediaan alat bantu pencoblosan bagi tunanetra yang disediakan di setiap TPS.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan jelang pemungutan suara, upaya persiapan terus dilakukan. Untuk tempat pemilihan disediakan sebanyak 3.457 TPS. “Untuk saat ini persiapan logistic masih berlangsung dengan mengepak kebutuhan memilih di setiap TPS,” kata Baehaqi, Jumat (26/1/2024).
Menurut dia, untuk persiapan TPS nantinya diwajibkan untuk ramah difabel. Salah satunya dengan memberikan akses yang mudah sehingga warga berkebutuhan khusus ini tetap bisa menyalurkan hak pilihnya.
Selain itu, Baehaqi mengatakan sudah menyiapkan alat bantu pencoblosan atau template bagi pemilih tuna Netra. “Sudah ada dan jumlahnya sebanyak TPS di Sleman. Di setiap lokasi masing-masing tersedia satu template,” ungkapnya.
Baca Juga
Simulasi Pencoblosan Bagi Difabel, Penyandang Tunanetra Kesulitan Bedakan Surat Suara
Fasilitasi Disabilitas Netra, KPU DIY Pastikan Tiap TPS Punya Dua Template Surat Suara
Jumlah Pemilih Disabilitas Kulonprogo Capai 4.721 Orang
Meski demikian, ia mengakui template hanya tersedia untuk pemilihan presiden dan DPD RI. Hal ini sesuai dengan kebijakan dari KPU RI.
Disinggung mengenai pencoblosan tiga surat suara lainnya (terdiri dari DPRD kabupaten, DPRD provinsi dan DPR RI), Baehaqi sudah mengantisipasinya. Pada saat pemilihan nantinya, pemilih tuna Netra diperbolehkan membawa pendamping sesuai dengan keinginannya.
“Jadi boleh ditemani dan akan membantu mencoblos. Sayaratnya, orang yang mendampingi dipilih sendiri dari bersangkutan,” katanya.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi Pendidikan dan Pelatihan, Bawaslu Sleman, Ahmad Shidiq Wiratama mengatakan untuk pengawasan pada saat pemilihan berlangsung sudah melantik Pengawas TPS. Total pengawas ini berjumlah sebanyak 3.457 petugas. “Sudah dilantik beberapa hari lalu,” katanya.
Menurut dia, tugas dari Pengawas TPS yang utama untuk mengawasi pelaksanaan pencoblosan dan rekapitulasi hasil pemilihan. Selain itu, juga diminta ikut pengawasan di tahapan pemilu.
“Ketugasannya sejak dilantik hingga tujuh hari setelah masa pemungutan suara,” kata Aswi, sapaan akrabnya.
Dia juga meminta kepada Pengawas TPS untuk ikut mengidentifikasi adanya dugaan pelanggaran dalam kampanye di tempat bertugas. Di sisi lain, juga mengawasi proses pendistribusian logistik pemilu ke TPS.
“Jadi tidak hanya saat pencoblosan berlangsung tugasnya, tapi ada tahapan-tahapan yang harus ikut diawasi untuk kesuksesan penyelenggaraan pemilu, termasuk memastikan keberadaan TPS ramah bagi penyandang difabel,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)