Edukasi HIV di Keparakan Dorong Deteksi Dini dan Hapus Stigma
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Jembatan bambu untuk menggantikan sementara Jembatan Pucunggrowong yang ambrol./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, BANTUL—Jembatan Pucunggrowong yang ada di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri yang rusak sejak Desember 2022 hingga kini belum juga diperbaiki. Anggaran yang terbatas menjadi biangnya.
Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Eka Budisantosa mengaku telah mengkaji dan menyurvei kerusakan Jembatan Pucunggrowong.
Meski begitu, dia menyampaikan jembatan tersebut tidak ditangani tahun ini lantaran keterbatasan anggaran. “Jembatan harus diganti total. Perhitungan tahun lalu, dananya sekitar Rp4 miliar,” katanya, Rabu (31/1/2024).
Tahun ini, menurut Eka, Pemkab Bantul hanya mengalokasikan penganan Jembatan Bantulan dan Jembatan Mriyan dengan anggaran masing-masing Rp600 juta-Rp700 juta dari APBD Bantul 2024. “Sementara untuk anggaran perawatan jembatan, tahun ini tidak ada,” kata dia.
Anggota Komisi C DPRD Bantul, Arni Tyas menyampaikan ada beberapa mekanisme pembiayaan penanganan Jembatan Pucunggrowong yang dapat dilakukan. Di antaranya melalui Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).
Namun, menurut Arni anggaran yang dapat dialokasikan tidak dapat mencangkup seluruh biaya penanganan jembatan tersebut. “Kami akan upayakan membahas soal jembatan ini di rapat komisi DPRD Bantul,” kata dia.
Lurah Karangtengah, Haryanto menyampaikan Jembatan Pucunggrowong rusak setelah hujan deras pada Desember 2022.
“Jembatan sudah berumur sekitar 20 tahun, terus [Jembatan Pucunggrowong] rusak di awal 2023. Kerusakannya seperti sayap sebelah timur itu retak, penyebab rusak karena kena air,” katanya.
BACA JUGA: Demi Perlancar Akses, Warga Pucunggrowong Gunakan Jembatan Bambu
Haryanto memaparkan setelah Jembatan Pucunggrowong rusak pada awal 2023, warga secara swadaya telah membangun jembatan bambu darurat yang berjarak sekitar 25 meter dari Jembatan Pucunggrowong rusak. Jembatan bambu darurat tersebut dibangun dengan dana swadaya sekitar Rp15 juta.
Jembatan darurat tersebut hanya dapat dilintasi pejalan kaki dan kendaraan roda dua searah, sementara untuk kendaraan roda empat harus memutar sejauh 5 km melalui Kalurahan Sriharjo.
“Jembatan utama kami belum tahu [rencana penanganan], harusnya tahun ini, harusnya sudah diketok diusulkan [anggaran penanganan], karena itu jembatan vital, penghubung antarkalurahan, antarpadukuhan, akses utama.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.
MTA Pakem dan RSA UGM gelar donor darah di Sleman. Diikuti 150 peserta, bantu penuhi kebutuhan stok darah.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.
Pemerintah targetkan 40.000 Kopdes Merah Putih beroperasi Oktober 2026 untuk dorong ekonomi desa dan distribusi bantuan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Minggu 5 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru.