Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Ilustrasi Partai PAN/JIBI-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kontestasi DPRD Kulonprogo 2024 membuat perolehan suara PAN merosot. Dari enam kursi yang diperolehnya pada 2019, kini partai matahari ini hanya memperoleh tiga kursi DPRD Kulonprogo.
Sebab merosotnya perolehan suara itu karena perubahan pola pemilih di Bumi Binangun yang kini didominasi politik transaksional. "Kalau dulu itu kecenderungannya pemilih di sini lihat dari program dan kiprahnya, sekarang sudah dikasih program enggak begitu berpengaruh," kata Kepala Bapilu PAN Kulonprogo, Riemas Ginong Pratidina pada Kamis (22/2/2024).
Ginong mencontohkan ada salah satu caleg PAN yang merupakan petahana di DPRD Kulonprogo sudah memberikan program ke kelompok masyarakat tertentu tapi hanya mendapat 11 suara di TPS tersebut. "Sebagai petahana terus didampingi, dikasih program nilainya sekitar Rp1,1 miliar, hasilnya hanya dapat 11 suara di TPS yang dikasih program itu," jelasnya.
Magister Filsafat itu menyebut bergesernya pola pemilih dari yang mengedepankan program jadi transaksional jadi salah satu faktor turunya suara PAN di Kulonprogo. "Tidak mesti amplop, tradisionalnya bisa bermacam-macam, termasuk sembako dan lainnya," ungkapnya.
Baca Juga
Perolehan Sementara Suara Parpol di DIY, PAN Terlempar Keluar 5 Besar
Real Count Pileg DPRD Kota Jogja: Kehilangan 2 Kursi, PAN Kubur Mimpi Kursi Pimpinan Dewan
Selain karena perubahan yang didominasi politik transaksional itu, Ginong menyebut faktor lain turunnya suara PAN adalah berkurangnya caleg petarung dan penjaring suara. "Biasanya dalam satu dapil itu ada beberapa yang jadi vote getter dan petarung untuk menyumbang suara, sekarang berkurang jumlahnya," terangnya.
Caleg DPRD DIY dari Kulonprogo itu menyebut perolehan suara 2024 ini akan jadi bahan evaluasi partai matahari. "Tentu jadi bahan evaluasi, kami yakin pada 2029 nanti juga ada perubahan pola pemilih yang didorong perubahan demografi pemilih," tuturnya.
Perubahan demografi pada 2029 yang akan didominasi generasi milenial dan Z, menurut Ginong, berkorelasi dengan perubahan pola pemilih lagi. "Kami juga akan melakukan pemetaan itu karena demografi milenial dan Z ini jadi 70 persen di Kulonprogo pada 2029," ungkapnya.
Sengitnya pertarungan merebutkan kursi DPRD Kulonprogo juga dialami Partai Golkar. Pengurus DPD Golkar Kulonprogo, Suharto menyebut partai beringin ditargetkan 20% suara atau setara delapan kursi DPRD Kulonprogo.
"Tapi realisasinya masih lima kursi, perolehannya sama dengan 2019 silam. Ini karena persaingan yang ada juga cukup tinggi," jelas Suharto yang juga caleg DPRD DIY dari dapil Kulonprogo ini.
Lima kursi yang berhasil dipertahankan itu sebanyak empat kursinya dimenangkan petahana DPRD Kulonprogo dari partai beringin. "Satu yang wajah baru yang menggantikan saya di dapil I, karena saya pindah ke caleg DPRD DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.
Pembongkaran SDN Nglarang untuk proyek Tol Jogja-Solo rampung. Lahan kini 100% bebas, proyek masuk tahap penimbunan dan pengecoran.
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.