PSEL Dinilai Mendesak, DPRD Bantul Siap Mengawal Kebutuhan Anggaran
DPRD Bantul siap dukung kebutuhan anggaran sarana PSEL guna atasi bom waktu persampahan. Pengolahan sampah ini diproyeksikan capai 1.000 ton per hari.
Foto Ilustrasi. Siswa memasukkan surat suara saat mengikuti rangkaian simulasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (23/2/2023). Antara/Asprilla Dwi Adha
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY menyebutkan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL) Pemilu 2024 di wilayah setempat mengalami penurunan tingkat partisipasi pemilih sampai kurang lebih 40%.
Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU DIY Sri Surani mengatakan pelaksanaan PSU dan PSL pasti selalu diikuti dengan turunnya tingkat partisipasi pemilih.
"Tingkat partisipasi memang turun, ada sekitar 40% turunnya tapi ya gimana itu bagian dari amanat Undang-undang yang harus kita lakukan dalam rangka menjaga hak masyarakat," katanya, Rabu (28/2/2024).
Menurutnya, dari 23 TPS yang melaksanakan PSU dan PSL di wilayah setempat hanya satu TPS saja yang tingkat partisipasi pemilihnya meningkat. Sementara 22 lainnya mengalami penurunan.
"Harus kita lakukan, tapi memang PSU dan PSL itu selalu diikuti dengan angka partisipasi yang turun. Hanya ada satu TPS yang ada peningkatan partisipasi, lainnya menurun," katanya.
BACA JUGA: Rencana KUA Bakal Melayani Semua Agama Dapat Apresiasi Pakar Kebijakan Publik
Setelah pelaksanaan PSU dan PSL, KPU masing-masing kabupaten dan kota sekarang tengah melaksanakan rekapitulasi suara perhitungan hasil Pemilu 2024. Setelah sebelumnya digelar oleh Gunungkidul dan Kulonprogo pada hari ini disusul oleh Bantul dan Kota Jogja.
"Kami berharap semuanya berjalan dengan lancar dan aman. Semua masalah bisa diselesaikan di tingkat kabupaten kota," jelasnya.
Dia menyebut, tidak ada kendala yang dialami oleh sejumlah kabupaten kota yang melaksanakan rekapitulasi suara perhitungan hasil Pemilu 2024. Sampai hari ini semuanya berjalan dengan lancar.
"Tentu ini yang sangat kami harapkan. Kalau pun ada perbaikan hanya di data administrasi saja," jelasnya.
Untuk Sleman, Sri menyebut KPU wilayah setempat masih melaksanakan persiapan lantaran rekapitulasi tingkat kapanewon baru diselesaikan kemarin malam. Pihaknya berharap awal bulan depan rekapitulasi tingkat provinsi bisa dilakukan.
"Kami harus menunggu kota kabupaten selesai dulu. Nanti kalau rencananya rekapitulasi tingkat DIY pada awal bulan tanggal 1, 2, atau 3, kita tetap harus menunggu kabar terbaru dari kabupaten kota dan harus semuanya selesai dulu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul siap dukung kebutuhan anggaran sarana PSEL guna atasi bom waktu persampahan. Pengolahan sampah ini diproyeksikan capai 1.000 ton per hari.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.