AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menghadiri pembukaan pameran Janur Kuning, di Monumen Jogja Kembali, Jumat (1/3/2024)/ist Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 50 seniman lukis dan patung terlibat dalam pameran bertajuk Janur Kuning, di Monumen Jogja Kembali, Jumat (1/3/2024). Pameran ini untuk memperingati momentum Serangan Umum 1 Maret.
Ketua Panitia Pameran Seni Janur Kuning, Yusman, menjelaskan pameran ini melibatkan 50 seniman lukis dan pematung yang ada di Jogja dengan 75 karya seni rupa yang di pamerkan. Keberlangsungan pameran Janur Kuning kuncinya adalah pada regenerasi seniman sehingga karya-karya baru nantinya dapat lahir. “Janur Kuning merupakan simbol pejuang dalam melawan penjajah, oleh karenanya kami berusaha pameran ini akan tetap ada kedepannya dan ada regenerasi seniman sehingga lahir karya-karya baru dan mengingatkan kita akan perjuangan pahlawan melawan penjajah melalui karya seni rupa,” ujarnya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membuka secara simbolis pameran ini dengan melukis kanvas sebagai tanda dibukanya pameran seni Janur Kuning. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengingat sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan Belanda salah satunya peristiwa Serangan Umum 1 Maret ini.
Baca Juga
Pameran Potensi Daerah Sleman Bakal Kembali Digelar, Catat Tanggalnya
3 Tahun Vakum, Omzet Pameran Potensi Daerah Sleman Ditarget Rp1 Miliar
Transaksi Pameran Properti REI DIY Tembus Rp50 Miliar, Sleman Jadi Lokasi Paling Dicari
Menurutnya, melalui karya seni tentu sudah menjadi kontribusi dalam mengingat perjuangan dan jasa pahlawan melawan Agresi Belanda II. Ia mengapresiasi seluruh seniman yang terlibat dalam pameran ini sebagai upaya merawat ingatan pada sejarah. “Saya mengapresiasi seluruh seniman dan pegiat seni yang mampu mengekspreksikan dan mengingatkan perjuangan bangsa Indonesia melawan Belanda melalui karya seni rupa. Tentu pesannya adalah mengingatkan kembali bahwa Jogja menjadi saksi perlawanan Bangsa Indonesia pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret,” ujarnya.
Danang berharap semangat pahlawan pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret terus diingat dan dapat terus dikobarkan dalam mengisi pembangunan. “Semoga semangat para pahlawan terus diingat untuk mengisi pembangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.