DPRD Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih Lebih Merata
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
LPG 3 Kg di pangkalan. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menemukan masih banyaknya pengusaha kuliner skala besar nekat menggunakan gas bersubsidi kemasan tiga kilogram (Gas Melon) untuk menjalankan usahanya. Hal ini terlihat dari pengawasan distribusi yang dilaksanakan secara dengan melibatkan Pertamina dan Hiswana Migas.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Setda Sleman, Suyanto mengatakan, Pemkab Sleman terus berupaya memastikan distribusi gas melon agar bisa tepat sasaran, sesuai dengan peruntukannya. Gas bersubsidi ini hanya dikhususkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
BACA JUGA : Duh, Restoran dan Rumah Makan di Sleman Masih Banyak yang Pakai Gas Melon
Ia menuturkan dengan kepastian distribusi yang tepat, maka stok di pasaranya juga tersedia. Adanya penyalahgunaan bisa mengakibatkan terjadinya kelangkaan yang berujung pada naiknya harga jual gas melon di pasaran.
Menurut dia, ada indikasi penyelewengan sehingga perlu dilaksanakan monitoring dan pengawasan berkala. Suyanto mencontohkan, hasil monitoring di Agustus 2023, realisasi penyaluran gas melon telah mengalami over kuota sebanyak 13% dari jatah yang dimiliki.
“Makanya dilakukan pengawasan dengan cara inspeksi mendadak ke usaha kuliner yang besar-besar,” kata Suyanto kepada wartawan, Rabu (20/3/2024).
Sidak akan dilakukan secara berkala. Kegiatan terakhir dilaksanakan pada akhir 2023 dengan menyasar 13 rumah makan. Adapun hasilnya ditemukan enam rumah makan yang masih menggunakan gas bersubsidi. “Aturannya tidak boleh. Total yang ditemukan ada 65 tabung gas melon. Di setiap titiknya, tidak hanya ditemukan satu atau dua tabung, tapi ada yang sampai 16-17 tabung,” katanya.
Temuan ini ditindaklanjuti dengan menyita tabung gas bersubsidi dengan menggantinya dengan yang tidak bersubsidi. “Langsung diambil dan diganti dengan tabung kemasan lima kilogram yang nonsubsidi,” ungkapnya.
BACA JUGA : Jelang Ramadan, Pemkab Bantul Klaim Stok Gas Melon Aman
Suyanto menambahkan, adanya pengusaha kuliner nakal ini tidak hanya disebabkan inisiatif dari pemilik. Namun demikian, ia mengakui berdasarkan temuan di lapangan ada juga penyalur yang nakal menawarkan untuk memasok gas melon untuk menjalankan usahanya.
“Akan terus kami pantau dan jelang Lebaran, sidak akan kembali digelar dengan melibatkan Pertamina dan Hiswana Migas,” katanya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Setda Sleman, Haris Martapa mengatakan, komoditas gas merupakan salah satu dari 13 item kebutuhan pokok yang terus dilakukan pengendalian di pasaran. Hal ini menjadi bagian untuk memastikan keberadaan stok dan distribusi ke Masyarakat berjalan dengan lancar.
Menurut dia, berkaitan dengan penyaluran gas melon sudah ada upaya pengendalian yang dijalankan oleh Pertamina dan Hiswana Migas. Salah satunya dengan pembelian menggunakan fotokopi KTP di setiap pangkalan. “Tentunya kami akan terus lakukan pengawasan agar penyaluran dapat tepat sasaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.