PEREKONOMIAN DAERAH: Budaya Jadi Keunikan Transformasi Ekonomi DIY
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Aktivitas kendaraan bermotor JJLS di ruas Girisekar-Planjan di Dusun Sawah, Girisekar, Panggang/Harian Jogja-David kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menilai dengan adanya pembangunan yang semakin masif dan jalur jalan lintas selatan (JJLS) yang semakin ramai, penanganan sampah semakin mendesak di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan seiring pembangunan dan bangkitan ekonomi di Gunungkidul akan menimbulkan timbunan sampah. Sebab itu perlu antisipasi agar permasalahan sampah dapat tertangani dengan baik.
Penanganan sampai saat ini dilakukan dengan menggandeng masyarakat melalui bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R). Pasalnya, tegas Hary tidak boleh ada lagi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam beberapa waktu ke depan.
“Ke depan sudah tidak boleh ada TPA. Sebab itu pemerintah sudah mengantisiapasi pengadaan tanah untuk pembangunan TPST. Pertama ada di Banjarejo ada tanah 5 hektare. Di TPAS Wukirsari, Baleharjo juga akan kami telah kembangkan dari 5 hektare jadi 9 hektare. Anggaran pembangunan kami upayakan dari Kementerian-PUPR,” kata Hary ditemui di Komplek Pemkab Gunungkidul, Rabu (27/3/2024).
Sebab itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah mengantisiapasi dengan pengadaan tanah untuk pembangunan TPST. Pertama ada di Kalurahan Banjarejo dengan lahan seluas 5 hektare. Sedangkan lahan di TPAS Wukirsari, Baleharjo juga telah diperluas dari 5 hektare jadi 9 hektare. Anggaran pembangunan akan DLH upayakan dari Kementerian-PUPR. Setidaknya pembangunan TPST di dua lokasi tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp10 miliar.
Tidak hanya itu, dia menambahkan Bupati Gunungkidul juga telah berkomunikasi dengan Dirjen Cipta Karya Kemen-PUPR untuk menyampaikan rencana pembangunan tersebut.
“Beberapa waktu lalu kami sudah diundang untuk melengkapi berkas-berkas informasi data dan kelengkapan dokumen,” kata Hary ditemui di Komplek Pemkab Gunungkidul, Rabu (27/3/2024).
Baca Juga
Tak Mau Sampah di Depo Meluber Saat Liburan, Ini yang Dilakukan DLH Jogja
Tiga Pusat Pengolahan Sampah di Bantul Ditarget Rampung Tahun Ini
Soal Pengelolaan Sampah, Anggota DPRD Nilai Pemkot Jogja Masih Gagap
Hary menjelaskan sistem pengolahan yang dipakai secara garis besar yaitu pemilahan dan pengolahan menjadi produk lain seperti kompos selain masih menggunakan sanitary landfill.
Disinggung mengenai penggunaan insinerator, menurut dia biaya operasional akan sangat besar sedangkan kemampuan keuangan daerah tidak dapat mencukupi. “Sanitary landfill juga membuat masyarakat bisa terlibat. Biogas bisa dimanfaatkan di sana,” katanya.
Adapun timbulan sampah yang masuk ke TPAS Wukirsari rata-rata per hari mencapai 50 ton. Jika melihat secara total timbulan sampah di seluruh wilayah di Kabupaten Gunungkidul maka timbulannya mencapi 380 ton per hari. Angka tersebut banyak disumbang dari wilayah perkotaan dengan aktivitas yang tinggi.
Sub Koordinator Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengembangan Kapasitas DLH Gunungkidul, Dwi Wiyani mengatakan pembangunan TPST Wukirsari akan diupayakan menggunakan anggaran dari Kementerian-PUPR. “Tahun 2025 [bisa mulai pembanguan] kalau sudah clear untuk readiness criterianya,” kata Wiyani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Satpol PP Solo bersama tim gabungan menertibkan penjual miras ilegal dan menyita 34 botol minuman beralkohol tak sesuai izin.
PSIM Jogja kalah 1-3 dari Arema FC di Super League 2025/2026. Van Gastel soroti start buruk dan kesalahan individu pemain.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.