Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Petugas memilah sampah plastik di BUMDes Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY, Selasa (7/2/2023). Kelompok itu mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah plastik menjadi batako. – Antara/Hendra Nurdiansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan pusat pengolahan sampah terpadu di tiga lokasi di Bantul ditargetkan dapat selesai dan beroperasi pada 2024.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, mengatakan, tiga pengolahan sampah yang sedang proses bangun saat ini adalah pusat pengolahan sampah di Bawuran Pleret, kemudian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPTS) di Modalan Banguntapan, dan TPST di Dingkikan, Argodadi Sedayu.
"Untuk kawasan pengolahan sampah pusat karbonasi di Bawuran akhir bulan April selesai, sehingga awal Mei beroperasi, kemudian TPST di Modalan selesai bulan September, kemudian di Argodadi selesai bulan September, sementara pengolahan sampah di Niten sudah beroperasi," katanya, Senin (11/3/2024).
Dengan demikian, kata dia, Pemkab Bantul semakin siap dalam menuju kemandirian pengelolaan sampah tingkat kabupaten, menyusul akan ditutupnya TPST Piyungan yang merupakan tempat pembuangan akhir (TPA) regional DIY pada April oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.
BACA JUGA: Selama Puasa Jam Operasional Tempat Hiburan di Sleman Dibatasi
"TPST Piyungan April ini ditutup permanen maka Gubernur DIY umumkan adanya desentralisasi pengelolaan sampah, artinya sampah jadi tanggung jawab masing-masing kabupaten kota, kita lalu bergerak untuk menyambut era desentralisasi pengelolaan sampah di DIY," katanya.
Bupati mengatakan apa yang dilakukan Pemkab dengan membangun pusat pengolahan sampah kapasitas puluhan ton per hari itu bukan satu satunya yang telah dilakukan, namun jauh sebelum itu, pemkab melakukan pembangunan instalasi pengolahan sampah di beberapa kelurahan.
"Beberapa kelurahan sudah memiliki instalasi pengolahan sampah, ada Panggungharjo, Guwosari, Potorono, Karangtengah, Bangunharjo, dan memang pemerintah yang memfasilitasi munculnya kemandirian pengelolaan sampah di level kelurahan," katanya.
Dia mengatakan, akan tetapi TPST sistem 3R (reduce reuse recycle) di kelurahan-kelurahan kapasitas pengolahannya berkisar antara lima sampai 10 ton, sementara TPST yang mampu mengolah sampah 10 ton ke atas itu yang dibangun pemerintah kabupaten.
"Jadi kami semakin siap, semakin percaya diri menyambut era desentralisasi, dan pada saatnya nanti ketika kita mandiri, sampah benar-benar bersih di Bantul, didaur ulang di Bantul, tidak keluar dari Bantul, maka kita deklarasikan Bantul Bersih Sampah 2025," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.