86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Ilustrasi vaksin - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa jemaah calon haji wajib menjalani vaksin meningitis sebelum berangkat ke Tanah Suci. Vaksin tersebut merupakan salah satu upaya mencegah munculnya penyakit atau memberatkan penyakit bawaan. Dengan begitu, jemaah dapat dengan khusyuk menjalani ibadah.
Staf Jabatan Fungsional Umum Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kankemenag Gunungkidul, Tomi Adhe Krisna mengatakan jemaah calon haji saat ini sedang menunggu jadwal pelaksanaan vaksin meningitis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul.
Adapun proses saat ini, Tomi menjelaskan berkas jemaah sejumlah 319 dokumen telah siap dan mereka sedang menunggu pengkloteran. Pengkloteran ini akan menentukan jadwal keberangkatan dan pemulangan jemaah haji.
“Dalam waktu dekat ini PHU Kankemenag Gunungkidul akan memulai manasik tingkat kabupaten dan diteruskan manasik tingkat kecamatan,” kata Tomi, Senin (15/4/2024).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco membenarkan bahwa vaksin meningitis wajib diberikan dan diterima jemaah calon haji.
BACA JUGA: Sampah Lebaran Meningkat, TPA Piyungan Tetap Dibatasi
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Haji juga telah disampaikan bahwa vaksin meningitis menjadi salah satu perlindungan jemaah selama berada di Tanah Suci.
“Vaksin dapat memproteksi diri sendiri dari virus yang ada di Tanah Suci. Perbedaan cuaca juga memengaruhi,” kata Hery.
Apabila jemaah juga ingin mendapat vaksin influenza, Dinkes juga memfasilitasi. Namun, khusus vaksin influenza, jemaah perlu mengeluarkan biaya Rp200.000 karena penyedianya Bio Farma. Sedangkan, vaksin meningitis diberikan gratis.
Hery mengaku pihaknya tidak pernah mewajibkan vaksin influenza. Berkaca pada tahun 2023, beberapa jemaah mengatakan ada kewajiban untuk vaksin influenza. Meski begitu, Dinkes mengharapkan jemaah juga menjalani vaksin influenza. “Vaksin influenza itu vaksin yang hanya kami sarankan karena untuk antisipasi virus H1N1,” katanya.
Vaksinasi haji akan dimula pada Rabu (24/4/2024) di Dinkes Gunungkidul. Vaksin yang diberikan oleh Dinkes yaitu vaksin meningitis dan influenza.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Polri menegaskan kesiapan operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.