Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, berpeluang meramaikan bursa calon kepala daerah di Pilkada 2024. Pasalnya, selain menjadi pimpinan pengurus partai pemenang pemilu di daerah, juga tercatat sebagai Anggota DPRD DIY.
Hasil Pemilihan Legislatif di Pemilu 2024, ia juga berpeluang besar terpilih kembali menjadi wakil rakyat untuk periode lima tahun ke depan. Meski demikian, Koeswanto mengakui tidak tertarik untuk ikut dalam bursa pencalonan bupati dan wakil bupati di Bumi Sembada.
“Saya mau nyalon [mencalonkan diri], tetapi sayangnya enggak punya tanah yang ketabrak tol karena untuk maju membutuhkan modal yang besar,” kata Koeswanto kepada Harianjogja.com, Rabu (17/4/2024).
Ia juga memastikan tidak akan mendaftar dalam proses penjaringan calon kepala daerah yang diadakan internal partainya. Koeswanto berdalih tidak cocok menjadi eksekutif dan lebih memilih menjadi anggota dewan yang salah satu tugasnya mengawasi ketugasan yang dijalankan oleh kepala daerah. “Saya lebih baik mengawasi saja, dari pada diawasi sebagai eksekutif,” katanya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat, DPC PDI Perjuangan Sleman bakal membuka penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati. Ia pun mempersilakan setiap kader yang ingin ikut kontestasi mendaftar dalam penjaringan tersebut.
BACA JUGA: Curah Hujan Naik Dua Kali Lipat, Kota Gurun Dubai Dilanda Banjir Besar
Meski demikian, Koeswanto menegaskan penjaringan hanya untuk mendapatkan kandidat yang bakal diusung. Namun, kepastian siapa yang diusung diserahkan sepenuhnya di tangan ketua umum partai.
“Tugas kami hanya menjaring siapa saja yang berminat dengan mendaftarkan dalam pencalonan. Nantinya, siapa yang ingin berpartisipasi akan dikirimkan ke Pusat dan penentuan akan ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP,” katanya.
Bursa calon kepala daerah di Sleman masih sangat cair. Terlebih lagi hingga sekarang masih ada partai yang masih malu-malu untuk mengumumkan bakal kandidatnya.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar mengatakan, partainya sudah melakukan komunikasi secara serius dengan PKB untuk berkoalisi dalam Pilkada Sleman.
Meski demikian, pembahasan belum memutuskan siapa bakal calon yang diusung untuk menjadi bupati dan wakil bupati periode lima tahun ke depan. “Masih proses dan belum berani mengungkapkan bakal calon yang diusung,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.