Pancuran Tuk Bulus Jadi Destinasi Wisata, Ini Fasilitasnya
Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan Pancuran Tuk Bulus di Bimomartani dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan wisata.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Jumlah penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bantul tahun 2023 meningkat dibandingkan tahun 2022. Masih kuatnya relasi kuasa dalam keluarga menjadi salah satu faktor penyebabnya.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Sylvi Kusumaningtyas menyampaikan jumlah penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak tahun 2022 ada 132 kasus, kemudian pada 2023 meningkat menjadi 206 kasus.
Sementara dari jumlah tersebut 2022 ada 55 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan tahun 2023 ada 74 kasus KDRT. Dia menyampaikan dari jumlah tersebut bentuk kekerasan yang mendominasi tahun 2022 berupa kekerasan seksual, sementara pada 2023 KDRT berupa kekerasan fisik, psikis dan penelantaran mendominasi.
Dia menuturkan angka kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan masih tinggi di Bantul lantaran relasi kuasa gender dalam keluarga masih kuat. Selain itu disebabkan pula karena ketahanan keluarga yang kurang.
“Penyebab lainnya karena kurangnya pemahaman masyarakat bahwa kekerasan berdampak buruk dan memiliki akibat secara hukum,” ujarnya, Selasa (23/4/2024).
Baca Juga
Keren! Tak Mau Ada Kasus KDRT, 4 Kalurahan Ini Punya Aturan Khusus untuk Lindungi Perempuan
Januari-September 2023 Terdapat 157 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bantul
123 Anak di Sleman Jadi Korban Kekerasan, Mayoritas Perempuan
Dia menyampaikan dari kasus yang terlaporkan ke UPTD PPA, sebagian diselesaikan hingga meja hijau. Sementara sisanya masih dalam proses mediasi. Jumlah kasus yang masuk ke meja hijau tahun 2022 ada 23 anak berhadapan hukum (ABH), dan 6 orang perempuan berhadapan hukum (PBH). Sementara tahun 2023 ada 39 orang ABH, dan ada 24 orang PBH.
Dia menuturkan UPTD PPA Bantul menyediakan psikolog, dan pekerja sosial yang untuk mendampingi proses pemulihan trauma korban kekerasan. Selain itu, korban kekerasan juga diberikan edukasi mengenai upaya untuk mencegah terjadinya kekerasan. “Selain itu dilakukan pula reintegrasi sosial ke keluarga korban dan masyarakat,” imbuhnya.
Dia menuturkan untuk mengantisipasi kekerasan terhadap perempuan dan anak DP3AP2KB Bantul berupaya melakukan sosialisasi dan pembentukan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dan merekrut kader Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya meresmikan Pancuran Tuk Bulus di Bimomartani dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan wisata.
Cristiano Ronaldo tidak masuk skuad Al-Nassr untuk menghadapi Pakhtakor di Liga Champions AFC. Ange Postecoglou memilih mengistirahatkannya.
MotoGP Qatar terancam hanya diikuti 13 pembalap setelah Yamaha mundur dan sejumlah rider mengalami cedera serta masalah kesehatan.
AFC menyoroti peran Jay Idzes sebagai kapten Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2027. Perjalanan karier dan pengaruhnya di lini pertahanan menjadi perhatian.
UNESCO mencatat 189 pekerja media tewas sepanjang 2024–2025. Sebanyak 127 kasus terjadi di zona konflik, termasuk 62 korban di Palestina.
Massimo Rivola mengungkap kelemahan Aprilia RS-GP di MotoGP Malaysia 2026. Performa Bezzecchi menurun di sektor keempat Sirkuit Sepang.