Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Narasumber memaparkan materi dalam pelatihan pembuatan kompos di Kelurahan Cokrodiningratan, Senin (6/5/2024)/ist kelurahan Cokrodiningratan
Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kota Jogja mendukung upaya pengelolaan sampah secara mandiri khususnya dalam program desentralisasi sampah yang mulai diterapkan. Salah satunya diwujudkan oleh Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, dengan mengadakan pelatihan pembuatan kompos dengan biopori.
Pelatihan pembuatan kompos dengan biopori ini berlangsung di Pendopo Kelurahan Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Senin (6/5/2024). Dengan peserta yang berasal dari Forum Bank Sampah Cokrodiningratan, pelatihan ini mengajak para peserta mengelola sampah organik skala rumah tangga.
Kegiatan ini menggunakan dana yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan 2024 dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Forum Bank Sampah Kota Jogja.
Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, menjelaskan pelatihan berlangsung selama 12 hari yang dimulai Senin. “Pertemuan kali ini dan 11 hari ke depan akan dilaksanakan secara maraton, mulai tanggal 6 sampai 18 Mei 2024,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (7/5/2024).
BACA JUGA: Muncul Tumpukan Sampah di Selopamioro, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Bantul
Sebanyak 11 pertemuan itu akan dilaksanakan di setiap RW di Cokrodiningratan dengan melibatkan peserta yakni ketua RW, ketua RT, PKK RW dan PKK RT di wilayah masing-masing RW. “Agar para pemangku wilayah mengerti dan memahami bahwa Pemerintah Kota Jogja tidak diam dalam mengelola sampah,” katanya.
Dengan demikian, diharapkan ada solusi untuk permasalahan sampah yang menjadi polemik akhir-akhir ini. “Apakah kebijakan pelatihan ini bisa digalakkan dan direplikasi di wilayah, semua tergantung panjenengan semua. Selain itu, pemangku wilayah harus menentukan titik biopori dengan jumlah minimal 54 titik akan dibangun di mana,” ujarnya.
Nantinya, ada sebanyak 648 titik biopori yang tersebar di masing-masing RW se-Cokrodiningratan. “Yang tersisa sekarang adalah kemauan dan keinginan serta motivasi dari para peserta untuk bisa mengajak warga di masing-masing wilayah agar memanfaatkan biopori sebagai media pembuatan kompos,” kata Andityo.
Ia menegaskan, warga tidak perlu khawatir soal penyaluran kompos, karena Bank Sampah Induk Kota Jogja siap membeli kompos hasil olahan dari sampah RT melalui metode biopori ini senilai Rp500 per kilogram. “Semoga pelatihan ini bisa memotivasi para peserta untuk membuat kompos dengan metode biopori,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.