Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Kebakaran lahan/hutan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Jumlah kejadian kebakaran karena sampah selama musim kemarau tahun 2023 cukup tinggi. BPBD Bantul mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi kebakaran karena sampah selama musim kemarau.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) BPBD Kabupaten Bantul, Irawan Kurnianto menyampaikan kejadian kebakaran karena membakar sampah jumlahnya cukup tinggi tahun 2023.
Berdasarkan catatan BPBD Bantul tahun 2023 ada 371 kebakaran. Dari jumlah tersebut, 302 kejadian diantaranya terjadi pada musim kemarau atau pada Juni–November 2024. Dari jumlah tersebut 48 persennya atau 146 kejadian kebakaran karena membakar sampah.
“Dari tersebut ada 347 kejadian di wilayah Bantul, dan 24 kejadian di luar Bantul. Dari kejadian kebakaran tahun 2023 ditaksir kerugian mencapai Rp24 miliar,” katanya, Minggu (26/5/2024).
Sementara BPBD Bantul mencatat selama Januari hingga 22 Mei 2024 ada 56 kebakaran yang ditangani Damkarmat BPBD Bantul. Dari jumlah tersebut ada 54 kejadian di wilayah Bantul, dan 2 kejadian di luar Bantul yang ditangani Damkarmat BPBD Bantul. Dari kejadian tersebut kerugian yang ditaksir mencapai Rp401 juta.
Dia pun menyampaikan tahun 2023 jumlah kebakaran yang terjadi selama musim kemarau cukup tinggi. Beberapa diantaranya disebabkan karena pembakaran sampah.
“Kejadian tahun 2023 karena kemarau cukup panjang dan penutupan TPST Piyungan [sementara] membuat peningkatan kejadian kebarakan,” ujarnya.
BACA JUGA: Warga Bakar Sampah, BPBD Bantul: Jaga Lingkungan, Cegah Kebakaran Lahan
Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah selama musim kemarau untuk mengantisipasi kejadian serupa.
“Jika terpaksa harus membakar sampah, bakarlah sampah di lokasi yang aman dan jauh dari pemukiman serta barang yang mudah terbakar,” ujarnya.
Selain itu, dia juga mengimbau agar masyarakat membakar sampah saat tidak banyak angin yang berhembus atau saat cuaca terik lantaran sampah kering akan mudah terbakar.
“Lebih baik lagi jika [masyarakat] sudah melakukan pengolahan sampah mandiri dengan memilah-milah sampah dan daur ulang sampah menjadi produk yang bermanfaat,” katanya.
Dai menyampaikan pihaknya telah menyiapkan beberapa personil dan armada untuk menghadapi potensi kebakaran lahan selama musim kemarau. Saat ini ada 7 pos Damkar yang siaga 24 jam. Sementara di pos tersebut ada 119 orang personil yang siaga dengan 7 unit armada Damkar yang siaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.