Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Kepala Daerah - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA–Walau komunikasi antar partai sudah masif terjadi jelang pilkada 2024, sejauh ini belum ada koalisi yang terbentuk di Kota Jogja. Partai-partai masih terus berproses dan berdinamika menentukan koalisi dan pasangan calon yang akan diusung.
Ketua DPD golkar Kota Jogja, Agus Mulyono menjelaskan sampai saat ini pihaknya belum menentukan koalisi, karena masih menunggu hasil akhir survei. “Belum [koalisi], nunggu hasil surveinya dulu,” ujarnya, Senin (3/6/2024).
Seperti diketahui Golkar Kota Jogja dan kabupaten sekitarnya menggelar survei untuk kandidat yang mendaftar di partai tersebut. Survei sudah dimulai awal Mei dan hasilnya keluar awal Juni ini. Hasilnya tunggu info dari Golkar DIY,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua DPC PKB Kota Jogja, Solehul Hadi. Ia mengakui walau komunikasi dengan partai lain sudah semakin mengerucut, namun belum ada kesepakatan. “Masih proses komunikasi. Sudah mengerucut tapi belum final,” ujarnya.
BACA JUGA: Pilkada Jogja, Ini Dia Nama-Nama yang Sudah Dijaring Partai Politik
Partai Gerindra juga masih terus membuka komunikasi. Ketua DPC Gerindra Kota Jogja, Sinarbiyat Nujanat, menuturkan partainya belum memutuskan koalisi dengan partai mana. “Belum ada, masih berdinamika,” kata dia.
Semebtara Ketua DPD PKS Kota Jogja, Nasrul Khoiri, mebgatakan sudah ada pertemuan dengan hampir semua nama tokoh yang disebut di media termasuk dengan partai mitra calon koalisi. Ditargetkan koalisi sudah terbentuk di pertengahan Juni.
“PKS masih menimbang mengajukan calon dari internal ataukah mengusul calon bersama dengan teman-teman partai mitra. Insya Allah awal-tengah Juni ini bangunan koalisi sudah bisa terbentuk,” ungkqpnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.