86 Desa di Sleman Dapat Rp100 Juta untuk Perbaikan Jalan
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Ilustrasi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul sedang memperbaiki dua ruas jalan kabupaten di Gunungkidul. Keduanya yaitu ruas jalan Salam – Beji di Kapanewon Patuk dengan panjang 3,8 km dan Nangsri – Karangasem di Kapanewon Wonosari 4,4 km.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan anggaran yang digunakan untuk memperbaiki dua ruas jalan itu berasal dari dana alokasi khusus dengan total Rp14 miliar.
“Tapi paket pengerjaan dua ruas jalan itu sendiri-sendiri. Masing-masing dapat Rp7 miliar,” kata Wadiyana dihubungi, Sabtu (22/6/2024).
Kontrak pengerjaan dua ruas jalan itu dimulai pada Senin, 20 Mei 2024. Pengerjaan dilakukan dalam 150 hari kalender atau akan selesai pada Oktober 2024. Dengan begitu, dua bulan sebelum akhir tahun, jalan itu sudah dapat digunakan. Terlebih, dua ruas tersebut merupakan jalan menuju kawasan wisata.
Ruas Salam – Beji merupakan akses menuju kawasan Desa Wisata Nglanggeran. Sedangkan, ruas Nangsri – Karangasem merupakan akses menuju kawasan pantai. Ruas ini akan tembus ke jalur jalan lintas selatan (JJLS).
Sebenarnya, DPUPRKP telah mengajukan delapan ruas untuk mendapat pendanaan dari Pemerintah Pusat. Namun, hanya dua ruas yang mendapat dana perbaikan.
“Ada beberapa titik di ruas Salam – Beji dan Nangsri – Karangasem memang belum diaspal. Umur jalan itu diprediksi hingga sepuluh tahun,” katanya. Umur jalan tersebut dapat lebih cepat habis apabila sering dilewati kendaraan dengan tonase di atas delapan ton.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Agus Hendro Kusumo mengatakan Dishub dan Polres Gunungkidul kadang melakukan operasi penegakan hukum terkait kendaraan yang melintas di jalan kabupaten yang masuk kategori jalan kelas III.
“Di saat-saat tertentu saja kami melakukan operasi penegakan hukum. Kalau penimbangan kendaraan, kami belum melakukannya karena belum punya lat pengukur atau timbangan kendaraan,” kata Hendro.
BACA JUGA : Dua Titik Ruas Jakal Diperbaiki, Pengendara Diminta Pilih Rute Lain
Pengelompokan jalan telah diatur dalam Undang-undang (UU) No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Pasal 19 UU itu, kelas jalan dibagi menjadi tiga. Jalan kabupaten masuk kelas III.
Bunyi Pasal 19 huruf C yaitu, “Jalan kelas III, yaitu jalan arteri, kolektor, lokal, dan lingkungan yang dapat dilalui Kendaraan Bermotor dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 milimeter, ukuran paling tinggi 3.500 milimeter, dan muatan sumbu terberat 8 ton.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League. Laga penentuan lawan Arema FC jadi kunci di pekan terakhir.
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
Garebeg Besar Jogja digelar sederhana. Sultan HB X sebut penghematan jadi alasan, tanpa kurangi nilai sakral.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.