Pemkot Jogja Tekan Belanja Pegawai Lewat Pembatasan Rekrutmen
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menerima belasan aduan pada hari pertama pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi reguler.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Disdikpora Bantul, Retno Yulie menyampaikan sebagian besar masyarakat yang datang ke Posko PPDB Disdikpora Bantul lantaran mengalami kendala terkait dengan status famili lain dalam Kartu Keluarga (KK).
Dia menuturkan dalam PPDB kali ini untuk status famili lain dapat mendaftar PPDB, tetapi siswa yang bersangkutan harus tercantum di kartu keluarga (KK) orang tua atau kakek nenek.
"Dalam peraturan, kita ada ketentuan famili lain, itu kan harus dibuktikan dengan akta perceraian dan sebagainya. Mereka kendala akta masih ada di daerah lain, itu yang kami hadapi sekarang ini," katanya saat ditemui, Senin (1/7/2024)
Sementara Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengaku dalam PPDB kali ini berapa calon siswa dari famili lain masih kesulitan mendaftar melalui jalur zonasi reguler. "Untuk yang KK lain, atau dari luar Bantul belum terinput sistem kita, bisa datang ke posko kami," katanya.
Menurutnya pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait aturan PPDB jalur zonasi tahun ini sebelumnya. Meski begitu, dia menuturkan bagi masyarakat yang masih kebingungan atau mengalami kendala dalam PPDB kali ini akan dilayani di Posko PPDB Disdikpora Bantul. "Untuk melayani masyarakat yang masih belum jelas pendaftarannya, itu bisa datang ke masing-masing sekolah atau ke posko kita," katanya.
Sementara beberapa warga lain masih menanyakan mengalami kendala teknis dalam PPDB kali ini. Wati, warga Krapyak Wetan mengaku datang ke Posko PPDB Disdikpora Bantul lantaran nilai ASPD dalam laman website pendaftaran tidak bisa diakses. "Nilai ASPD tidak bisa di klik [melihat nilai], kemarin daftar afirmasi. Afirmasi enggak pakai nilai," katanya.
Dia menuturkan anaknya sebelumnya tidak masuk ke sekolah yang dituju dalam PPDB jalur afirmasi. Kemudian, dia memutuskan untuk mendaftar PPDB ke jalur zonasi reguler. "Kemarin afirmasi yang masuk cuma zona 1 dan 2. Ini saya zona 3 jadi tidak masuk," katanya.
Sementara Kusnadi, warga Pundong,g datang ke Posko PPDB Disdikpora Bantul lantaran kebingungan terkait pendaftaran PPDB jalur prestasi. Dia mengaku baru hari ini mengetahui terkait mekanisme pertambahan nilai untuk PPDB jalur prestasi hari ini.
"Tadi nanya jalur pertambahan nilai, tapi sudah selesai [sudah tutup jalurnya]," katanya.
Dia mengaku putranya memiliki prestasi di bidang lompat jauh di tingkat kapanewon, sehingga berusaha untuk mendaftar di jalur tersebut. Lantaran penambahan nilai untuk jalur prestasi telah ditutup, dia pun akan mendaftar PPDB jalur zonasi reguler.
"Ini mau daftar jalur zonasi, mau daftar ke SMP Negeri Panjangrejo [SMP Negeri 1 Pundong] dari SD Muhammadiyah Kalipakem 2, Sriharjo, Pundong," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Timnas Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 mulai 23 September. Grup A berisi Indonesia, India, Malaysia, Singapura. Hanya juara grup yang lolos ke
Polsek Gamping mengamankan seorang mahasiswa berinisial S (24) yang diduga merusak palang pintu Perlintasan Kereta Api Banyumeneng, Sleman. Kerugian akibat insi
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe tersingkir di babak 16 besar WTA Toronto usai kalah 3-6, 5-7 dari Nicholls/Mihalikova. Sebelumnya mereka singkirkan juara Wimbled
Pelatih Singapura Gavin Lee memprediksi laga melawan Thailand di semifinal Piala AFF 2026 berlangsung sengit. The Lions siap memberi perlawanan kepada juara Gru
Banteng Istimewa Yogyakarta berangkat ke Surabaya untuk mengikuti Soekarno Cup 2026. Skuad U-17 DIY tergabung di Grup B.