Rumah Studi De Britto Jadi Ruang Belajar Karakter di Tengah Era AI
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Aktivitas harian di Pelabuhan Sadeng, Girisubo. Nampak puluhan kapal bersandar di dermaga Pelabuhan, Sabtu (21/10/2023). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalurahan Pucung mendapat kuota pembelian solar hingga 28.000 liter per bulan. Adapun penyerapan per bulan oleh nelayan dapat menyentuh 7.000 liter.
Meski demikian belum diketahui rata-rata penyerapan solar per bulannya. Hal ini berkaitan dengan ketidakpastian cuaca yang berdampak terhadap aktivitas nelayan di laut.
“Penyerapannya tidak sampai 28.000 liter. Kadang hanya 3.000 liter – 7.000 liter,” kata Pengawas di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kalurahan Pucung, Wiji Iswanto dihubungi, Rabu (3/7/2024).
BACA JUGA : Harga Ikan Tuna di Sadeng Anjlok Jadi Rp4.000 Per Kg, Kerugian Nelayan Tembus Rp500 Juta
Selain karena cuaca, Wiji menambahkan anggota nelayan yang membeli solar melalui BUMDes Pucung hanya memenuhi kebutuhan untuk 24 kapal. Per kapal akan diisi solar agar dapat bertahan di laut hingga tujuh hari tanpa pulang.
Ia mengatakan setiap satu kapal akan diisi sekitar 5 anak buah kapal (ABK). Mereka melaut minimal lima hari, dan akan pulang jika sudah mendapat tangkapan. Sejak awal Januari – Juni 2024, serapan solar paling banyak ada pada Februari dan Maret. Serapannya mencapai sekitar 8.000 liter satu bulan. Sebagai distributor resmi, BUMDes menjual solar per liternya seharga Rp7.800 dan mengambil keuntungan Rp1.000.
“Tidak lebih dari itu, soalnya BP Migas dan Pertamina dulu sudah menentukan aturan harga penjualan,” katanya.
Sebelum mendistribusikan ke nelayan, BUMDes Pucung akan meminta surat rekomendasi pembelian solar ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul. Setelah mendapat rekom, BUMDes akan pergi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sapiturang untuk membuat barcode. Barcode ini dapat langsung digunakan untuk membeli solar apabila ada permintaan dari nelayan.
“BUMDes yang membelikan solar ke SPBU. Nelayan tidak membeli sendiri ke sana. Kalau nelayan tidak butuh solar, kami tidak berangkat,” ucapnya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan surat rekomendasi pembelian solar hanya diberikan kepada dua distributor yaitu BUMDes Pucung dan penyalur lain bernama Didik Hendra.
BACA JUGA : Gunungkidul Krisis Pasokan Es Balok untuk Ikan Tangkapan Nelayan
“Pak Didik ini sub penyalur yang mengantongi surat keputusan bupati tentang penetapan sub penyalur bahan bakar minyak,” kata Wahid.
Surat keputusan (SK) yang dia maksud yaitu SK Bupati Gunungkidul No. 308/KPTS/2020 tentang Penunjukan Sub Penyalur Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan di Gunungkidul 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rumah Studi SMA Kolese De Britto di Sleman diresmikan Sultan HB X sebagai ruang pendidikan karakter dan refleksi di era AI.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.
Tradisi budaya Sebaran Apem Yaaqawiyyu dalam rangka Saparan Yaaqawiyyu di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, berlangsung meriah pada Jumat (31/7/2026)