Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah PKL Malioboro mendatangi DPRD DIY, Jumat (5/7/2024)./ist Tri Dharma
Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang Kaki Lima (PKL) Malioboro yang tergabung dalam paguyuban Tri Dharma mendatangi kantor DPRD DIY, Jumat (5/7/2024). Mereka meminta agar dilibatkan dalam proses relokasi PKL Teras Malioboro 2 oleh Pemkot Jogja dan Pemda DIY.
Ketua Tri Dharma, Arif Usman, menjelaskan PKL sampai saat ini tidak pernah dilibatkan dalam proses relokasi setelah menempati Teras Malioboro 2. “Kami tidak pernah dilibatkan dalam proses relokasi, tahu-tahu ada alat berat yang sudah membangun,” katanya.
Menurutnya, terjadi keterputusann komunikasi antara para PKL dengan pemangku kebijakan terkait dengan relokasi ini, sehingga aspirasi dari para PKL pun tidak tersampaikan.
“Tahu-tahu mau ditempatkan seperti ini. Kami kan manusia, kami harus punya bargaining (kemampuan menawar) juga. Di Teras Malioboro 2 (PKL) banyak yang tidak sejahtera. Kami dipindahkan ke tempat relokasi berikutnya dengan jaminan apa?” katanya.
Penataan Jalan Malioboro sebagai bagian dari Penataan Kawasan Sumbu Filosofi yang telah di tetapkan sebagai World Intangible Heritage oleh UNESCO menurutnya masih terdapat persoalan mendasar, yakni minimnya partisipasi publik dan transparansi informasi khususnya bagi PKL.
BACA JUGA: Marak Pembuangan Sampah dari Kota ke Wilayah Bantul, Ini Kata Wakil Bupati Bantul
“Kami PKL Malioboro selaku rakyat terdampak. Adapun dampak yang dirasakan oleh kami diantaranya pendapatan yang menurun [di Teras Malioboro], sarana infrastruktur yang tidak cukup memadai, adanya ketidakpastian dan simpang siur informasi,” ungkapnya.
Relokasi dari Jalan Malioboro ke Teras Malioboro adalah sebuah pelajaran yang perlu untuk dievaluasi agar relokasi selanjutnya adalah relokasi yang partisipatif dan transparan. “Yang paling penting ialah relokasi yang mensejahterakan kami selaku PKL Malioboro yang telah puluhan tahun berdagang di Malioboro,” kata dia.
Para PKL ditemui oleh Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari. Ia menyampaikan pihaknya bersedia memfasilitasi dan menjembatani persoalan yang dihadapi oleh PKL Malioboro terkait partisipasi publik dalam relokasi Teras Malioboro 2.
"Kami Komisi B Provinsi DIY siap menjadi fasilitator antara PKL Malioboro dengan pihak pemerintah terkait. Khususnya berkaitan dengan adanya keluhan tidak dilibatkan dalam kebijakan relokasi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.