148 Pegolf Ramaikan Bupati Sleman Cup, Sport Tourism Jadi Andalan
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Beberapa pengendara sedang berada di sisi utara simpang empat jalur jalan lintas selatan (JJLS) Pantai Baron pada Sabtu, (6/7/2024). /Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan ada lima simpang yang masuk kategori rawan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di jalur jalan lintas selatan (JJLS). Dua di antaranya telah dipasang alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).
Sekretaris Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan jawatannya bekerja sama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III DIY untuk memasang APILL di Simpang Empat Jalan Baron dan Simpang Empat Legundi. Masing-masing simpang ada delapan tiang.
BACA JUGA : Kecelakaan Lalu Lintas Seorang Mahasiswa Meninggal di JJLS Gunungkidul
“Sebelum memang ada keluhan dan kecelakaan lalu lintas di JJLS. Jadi kami menggelar survei, lalu Dishub mengajukan permohonan ke BPTD DIY dan Kementerian Perhubungan,” kata Bayu dihubungi, Sabtu (6/7/2024).
Bayu menambahkan masih ada tiga simpang lain di JJLS yang akan dipasang APILL. Hanya, pemasangan belum dapat dilakukan. Dishub masih menunggu pengadaan APILL oleh BPTD DIY menyusul status JJLS merupakan jalan nasional.
Dishub juga mengajukan penggantian APILL konvensional di wilayah perkotaan Wonosari ke APILL Area Traffic Control System (ATCS). Dengan APILL ini, maka monitoring dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Kepolisian juga akan mendapat data dengan mudah.
“Termasuk penggantian ATCS di Selang, lalu Tegalsari, dan Wukirsari. Tapi ya tahun ini baru dua APILL tadi,” katanya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Darmadi mengatakan jumlah kejadian laka lantas selama enam bulan terakhir mencapai 440 kejadian. Dari jumlah itu, korban meninggal ada 34 orang, lalu 623 orang luka ringan, dan tanpa korban luka berat. Kerugian materiil akibat laka itu mencapai Rp385.600.000.
Salah satu kejadian laka di JJLS yaitu pada Rabu, (22/5/2024). Ketika itu, seorang mahasiswa berinisial DV, 25, warga Tepus, Gunungkidul terlibat dalam laka lantas dengan pengendara motor CBR di Jalur Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di Dusun Blekonang I, Kalurahan Tepus, Tepus, Kabupaten Gunungkidul. DV akhirnya meninggal dunia akibat benturan yang menyebabkan cedera kepala.
BACA JUGA : Terbaru! Seluruh JJLS di Gunungkidul Telah Tersambung, Tak Ada Lagi Penutupan
Darmadi meminta pengendara untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, utamanya apabila melintas di jalan yang lurus seperti JJLS. Pasalnya, jalan lurus cenderung membuat pengendara untuk memacu kendaraan lebih kencang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Hingga akhir Juli, 101 rumah telah rampung dibangun.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri nonblok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
BI menyiapkan GPIPS untuk memperkuat pengendalian inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga melalui penguatan produksi serta distribusi.
Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Banyumas ditargetkan dimulai Oktober 2026 dan mulai beroperasi pada tahun depan.
KPU Kulonprogo menyiapkan kurikulum demokrasi yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pancasila atau PKN di sekolah dan madrasah.