Lurah se-DIY Diperkuat, Sultan Minta Dana Desa Bebas Korupsi
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Pelaku pembuang sampah liar mengikuti sidang tipiring di Pengadilan Negeri Jogja, Senin (8/7/202224). /ist Satpol PP
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja kembali mengintensifkan operasi yustisi terhadap pelanggaran membuang sampah sembarangan. Pada pekan pertama Juli 2024 ini, tiga orang tertangkap basah, namun satu pelaku mangkir dari sidang tindak pidana ringan (tipiring).
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, menjelaskan operasi ini merupakan tindak lanjut dari Perda Kota Jogja No. 10/2012 tentang Pengelolaan Sampah. Sebanyak tiga pelaku pembuang sampah liar tertangkap basah di jalan Kusbini, Demangan, Gondokusuman, beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Pembuangan Sampah Liar Menjamur, Pemkot Jogja Kencangkan Kembali Operasi Yustisi
Tiga pelaku tersebut dijadwalkan sidang tipiring di Pengadilan Negeri Kota Jogja pada Senin (8/7/024). Namun dari ketiga pelaku, hanya dua orang yang datang, sementara satu lagi mangkir. “Dua pelaku yang hadir dikenakan sanksi denda Rp50.000, sesuai Perda Kota Jogja No. 10/2012 tentang Pengelolaan Sampah” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2024).
Sedangkan satu pelaku lagi yang mangkir akan didatangi oleh Satpol PP Kota Jogja, yang telah mengetahui lokasi tempat usaha dan alamat rumahnya. “Kami sudah mendeteksi lokasi usaha pelaku dan dalam waktu dekat ini akan kami survey,” ungkapnya.
Pelaku yang mangkir tersebut diketahui memiliki usaha warung makan di sekitar Jalan Magelang dan ketika membuang sampah di jalan Kusbini, dilakukan menggunakan mobil. “Kami akan lakukan pemanggilan ulang supaya tetap bisa menjalani sidang tipiring,” kata dia.
Anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja, Baharuddin Kamba, berharao vonis denda sebesar Rp50.000 terhadap pelaku selain memberi efek jera bagi pelaku, juga akan menjadi peringatan bagi warga lainnya untuk tidak membuang sampah sembarangan.
BACA JUGA : Marak Pembuangan Sampah dari Kota ke Wilayah Bantul, Ini Kata Wakil Bupati Bantul
“Buang lah sampah pada tempatya, misalnya depo sampah yang terdekat. Sesuai jadwal yang ditentukan. Sosialisasi dan tindakan yustisi terhadap pembuang sampah liar di Kota Jogja sebaiknya terus dilakukan,” ujarnya.
Di samping proses hukum, penindakan pelanggaran pembuang sampah liar menurutnya juga bisa melalui proses dialog dan mediasi. “Melibatkan semua pihak terkait. Misalnya melibatkan pihak RT/RW, Kelurahan/Kecamatan serta DLH Kota Jogja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X tekankan transparansi dan akuntabilitas dana kalurahan di Jogja. Lurah diminta cegah korupsi dan tingkatkan kesejahteraan.
Dua pemuda asal Prambanan, Sleman, ditangkap polisi setelah video mereka mengacungkan celurit di jalan umum viral di media sosial. Motifnya untuk konten dan pen
Indonesia tercatat memiliki biaya naturalisasi tertinggi di Asia Tenggara mencapai Rp75,71 juta. Simak perbandingannya dengan Filipina, Thailand, Singapura, dan
MoonPay meluncurkan PayBox yang memungkinkan ChatGPT dan Claude membantu transaksi kripto, belanja online, hingga pemesanan tiket dengan sistem keamanan berlapi
Petani bawang merah lahan pasir di Bantul mulai panen raya. Namun harga jual anjlok hingga Rp15 ribu per kilogram akibat melimpahnya pasokan dari berbagai daera
Apple mencatat rekor penjualan iPhone pada kuartal III 2026, namun krisis pasokan chip memori membuat proyeksi pertumbuhan melambat dan saham perusahaan anjlok