Meski Sudah Tergabung di Koalisi Sleman Bersatu, PKS Tandatangani Kesepakatan dengan PAN dan PKB

David Kurniawan
David Kurniawan Senin, 22 Juli 2024 20:02 WIB
Meski Sudah Tergabung di Koalisi Sleman Bersatu, PKS Tandatangani Kesepakatan dengan PAN dan PKB

DPD PKS Sleman dinilai bermain di dua kali didalam gelaran Pilkada 2024. Pasalnya, partai ini telah tergabung dalam Koalisi Sleman Bersatu bersama dengan Gerindra, Golkar, Nasdem dan PPP. /istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—DPD PKS Sleman dinilai bermain di dua kali didalam gelaran Pilkada 2024. Pasalnya, partai ini telah tergabung dalam Koalisi Sleman Bersatu bersama dengan Gerindra, Golkar, Nasdem dan PPP.

Namun demikian, pada Minggu (21/7/2024), PKS juga menandatangani nota kesepakatan Koalisi Partai PKB-PKS dan PAN di Pilkada Sleman yang kemungkinan besar akan mengusung calon petahana, Kustini Sri Purnomo. Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumelar saat dikonfirmasi tidak menampik adanya kegiatan penandatanganan untuk koalisi bersama dengan PKB dan PAN.

BACA JUGA : Pilkada Sleman, 2 Parpol Besar Ini Belum Juga Tentukan Sikap

Menurut dia, hal ini lumrah karena menjadi bagian komunikasi politik agar bisa mengusung calon bersama. Meski, sebelumnya sudah bersepakat di Koalisi Sleman Bersatu. “Itu biasa tho dalam dinamika politik,” katanya Senin (22/7/2024).

Indra tidak mempermasalahkan adanya anggapan PKS bermain di dua kaki atau nyalip tanpo reting. Ia beralasan, kesepakatan yang dibangun selama ini untuk maju bersama dan belum mengarah ke calon yang diusung. Terlebih lagi, komunikasi dengan PKB sudah terbangun lama sejak sebelum ada Koalisi Sleman Bersatu.

Di sisi lain, lanjut dia, PKS juga belum mendeklarasikan pasangan calon karena rekomendasi dari DPP belum muncul. “Monggo saja kalau dianggap begitu, tapi selama janur kuning belum melengkung masih bisa berubah. Yang jelas, kami tegak lurus pada keputusan partai,” katanya.

Disinggung mengenai status di Koalisi Sleman Bersatu yang secara resmi telah mengusung Harda Kiswaya sebagai bakal calon bupati, Indra mengakui hingga saat ini masih dalam koalisi. Hanya saja, ke depannya belum tahu karena disesuaikan dengan perkembangan terkini, khususnya menyangkut rekomendasi dari DPP.

“Pak Harda bersama Bu Kustini merupakan kandidat sebagai bakal calon bupati di PKS. Jadi, kepastian kemana berlabuh tegak lurus dengan DPP,” katanya.

Terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Sleman, Janu Ismadi mengaku sudah mengetahui informasi PKS yang membangun koalisi dengan PKB dan PAN di Pilkada Sleman. Ia pun menyayangkan sikap PKS karena dinilai tidak berkomitmen terhadap koalisi yang telah dibangun.

“Kalau secara resmi koalisi bisa ke Pak Sukaptana selaku ketua koalisi. Tapi, Golkar menganggap apa yang dilakukan sudah melanggar komitmen bersama,” katanya.

BACA JUGA : Koalisi Sleman Bersatu Masih Menggodok Calon Pendamping Harda Kiswaya di Pilkada Sleman

Meski demikian, Janu memastikan Koalisi Sleman Bersatu tetap solid dan akan mengusung Harda Kiswaya sebagai calon bupati. “Kami tetap komitmen mengusung Pak Harda yang telah dideklarsikan beberapa hari lalu,” katanya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online