Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Petugas BBPOM DIY menguji mi. /Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menjalin Kerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY. Diharapkan dengan kerja sama ini, upaya pejaminan mutu keamanan terhadap produk UMKM di Bumi Sembada bisa diwujudkan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, kesepakatan bersama dengan BPOM DIY sudah ditandatangani pada Senin (22/7/2024). Hal ini sebagai bentuk komitmen dari pemkab untuk melindungi Kesehatan Masyarakat serta peningkatan daya saing bagi UMKM dikarenakan produk yang dihasilkan lebih terjamin keamananya.
BACA JUGA : Respons BPOM DIY Soal Roti Aoka yang Beredar Luas di Pasaran
“Tentunya kami berharap kesepakatan yang dijalin dapat mejamin keamanan konsumsi obat dan makanan. Mudah-mudahan ini juga berdampak positif terhadap pertumbuhan dan daya saing UMKM di Sleman,” kata Kustini, Selasa (23/7/2024).
Salah satu bentuk kerja sama ini, Pemkab Sleman akan menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan terhadap pengawasan obat dan makanan di Mal Pelayanan Publik. Diharapkan keberadaan layanan bisa dimanfaatkan pelaku usaha dalam rangka peningkatan kualitas maupun mutu dari produk yang dihasilkan.
“Ini untuk memudahkan UMKM Sleman yang memiliki nilai tinggi sehingga dapat berdaya saing di tingkat global. Kalau ini dapat diwujudkan maka kesejahteraan Masyarakat bisa semakin nyata,” katanya.
Kustini juga berharap dengan kerja sama, maka produk obat, kosmetik maupun makanan di Sleman bisa dipastikan keamanannya. “Pendampingan dari BPOM dibutuhkan untuk mewujudkan keamanan ini,” katanya.
Kepala BPOM DIY, Bagus Heri Pramono mengatakan, pihaknya berkomitmen membantu pengembangan UMKM di Sleman. hal ini dibuktikan dengan adanya kerja sama dengan Pemkab Sleman.
“Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang dimiliki, kami tidak hanya melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan, tapi juga memberikan pendampingan sehingga produk dihasilkan benar-benar aman,” katanya.
Ia juga berharap dengan adanya kerja sama dapat meningkatkan sinergitas muapun koordinasi, khususnya dalam upaya penjaminan produk obat-obatan dan makanan di Sleman. “Tentunya untuk mewujudkannya upaya sosialisasi ke pelaku usaha akan terus digalakkan,” kata Bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.