Layanan PDAM Kota Jogja Masih 30 Persen, Sanitasi Jadi Tantangan
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Ilustrasi. /Antara foto- Okky Lukmansyah
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menilai saat ini belum ada wilayah yang mengalami kekeringan di Bantul. Meski demikian, BPBD Bantul telah memetakan tujuh wilayah yang berpotensi rawan mengalami kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol menjelaskan ada tujuh kapanewon atau kecamatan yang berpotensi rawan kekeringan dipetakan berdasarkan wilayah yang memerlukan penyaluran air bersih pada awal 2024. Tujuh kapanewon atau kecamatan Sedayu, Kasihan, Pleret, Pajangan, Pundong, Imogiri dan Dlingo.
BACA JUGA : BPBD DIY Siapkan Bantuan Air Bersih Menghadapi Bencana Kekeringan
"Kondisi masih aman [tidak ada wilayah mengalami kekeringan]," ujarnya, Kamis (25/7/2024).
Pada awal tahun 2024 ada tujuh kapanewon atau keamatan terdampak kekeringan dengan 4.382 orang terdampak kekeringan di Bantul. Sementara tahun 2023 ada 11 kapanewon atau kecamatan terdampak dengan 46.552 orang terdampak kekeringan.
Pada 2024, dari perkiraan BMKG diperkirakan kekeringan terjadi pada Juni-Agustus 2024. Sementara menurutnya pada September dasarian pertama diperkirakan sudah mulai hujan.
Ia berharap kondisi kekeringan di Bantul tidak separah tahun lalu. Hal itu menurutnya lantaran BMKG memperkirakan tahun 2024 terjadi musim kemarau basah. "Diprediksi musim kemarau basah, masih ada hujan. Semoga kekeringan tahun ini tidak separah tahun lalu," ujarnya.
BPBD Bantul telah mendapatkan permintaan penyaluran air bersih di tiga lokasi di Dlingo dan Pajangan. Meski begitu, permintaan tersebut terjadi bukan karena wilayah tersebut mengalami kekeringan, namun lantaran pompa air di sana mati, sehingga air bersih tidak dapat diakses.
Terkait ancaman kekeringan itu, pihaknya telah menyiapkan air bersih untuk mengantisipasi kekeringan di Bantul. Selain dari BPBD Bantul, menurutnya ada pula bantuan air bersih dari Dinas Sosial (Dinsos) Tagana Bantul, PMI Bantul dan Corporate Social Responsibility (CSR).
BACA JUGA : Siaga Bencana Kekeringan di Gunungkidul Ditetapkan hingga 31 Agustus 2024
Di beberapa wilayah yang rawan kekeringan juga telah ada sumur bor. Sehingga diharapkan sumur bor tersebut dapat mempermudah masyarakat setempat memperoleh air bersih saat musim kemarau.
Luruh Selopamioro, Sugeng memastikan saat ini wilayahnya belum mengalami kekeringan. "Sementara masih [air bersih]. Biasanya [kekeringan di Selopamioro] awal September, namun kondisional," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.