73.363 BPJS Dinonaktifkan, Gunungkidul Aktivasi Ulang 32.845 Peserta
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Logo PKS
Harianjogja.com, SLEMAN—DPD PKS Sleman memastikan dukungannya kepada bakal calon bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. Dengan begitu, PKS tengah ancang-ancang untuk pamit keluar dari Koalisi Sleman Bersatu.
Ketua DPD PKS Sleman, Indra Gumilar membenarkan adanya rilis berita yang berkaitan sikap dari partainya untuk mendukung Kustini di Pilkada 2024. Keputusan ini mengacu pada Surat Rekomendasi DPP PKS No.629.15.4.A/SKEP/DPP-PKS/2024.
“Sesuai dengan rekomendasi DPP, PKS akan mendukung Bu Kustini di Pilkada Sleman. Meski untuk pendampingnya masih dibahas hingga saat ini,” kata Indra saat dihubungi, Kamis (8/8/2024).
Adanya keputusan ini, ia memastikan akan segera keluar dari Koalisi Sleman Bersatu yang pernah disepakati bersama dengan Gerindra, Golkar, PPP dan NasDem. “Dengan turunnya rekomendasi, berarti kami harus berpamitan ke Koalisi Sleman Bersatu karena tidak bisa bersama di pilkada,” katanya.
Menurut dia, keputusan dari DPP merupakan hal yang mengikat dan harus dijalankan. Pasalnya, sebagai pengurus didaerah diwajibkan menjalankan sertiap keputusan yang dibuat oleh Pusat. “Tegak lurus aturan partai. Sesegera mungkin kami akan berpamitan ke Koalisi Sleman Bersatu,” ungkapnya.
Indra menambahkan, keputusan mendukung Bakal Calon Bupati Kustini Sri Purnomo bukan tanpa alasan. Menurut dia, kepemimpinannya terhitung berhasil, meski baru menjabat baru sekitar tiga tahun. “Bu Kustini dianggap mampu memimpin Sleman. Tapi, kami ada beberapa catatan dan sudah ada kesepakatan untuk membangun Sleman yang lebih baik lagi,” katanya.
BACA JUGA: PKS Masih Gamang, Dukung Harda atau Kustini di Pilkada Sleman
Sebelumnya, Sekretaris DPD PAN Sleman, Inoki Azmi Purnomo mengatakan, dukungan terhadap Bakal Calon Bupati Sleman dipastikan bertambah dikarenakan PKS sudah resmi mengusungnya di Pilkada Sleman. “Saya sudah terima rekomendasi dari DPP PKS terkait dengan bakal calon bupati yang diusung,” katanya.
Menurut dia, bergabungnya PKS untuk mendukung calon bupati petahana bukan hal yang mengejutkan karena sejak awal sudah ada kesepakatan bersama dengan PKB dan PKS untuk mengusung calon bersama. Malahan, Inoki optimistis dukungan parpol masih bisa bertambah karena komunikasi dengan partai lain terus berjalan positif.
“Dengan turunnya rekomendasi dari PKS ke Bu Kustini, dapat diartikan keluar dari Koalisi Sleman Bersatu. Doakan nantinya ada partai lain yang akan bergabung lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL
Pelaku pencurian HP yang viral di Kasihan, Bantul, berhasil ditangkap polisi setelah rekaman CCTV dan informasi warga mengungkap identitasnya.
Pemkab Banyumas mengkaji pengadaan motor listrik untuk kepala desa dan penilik sekolah demi efisiensi operasional serta mendukung kendaraan ramah lingkungan.
Gempa M4,4 mengguncang selatan Kuta, Bali. BMKG mencatat sebelumnya gempa juga terjadi di Bogor dan Pangandaran tanpa laporan kerusakan di Garut.