Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Pasutri Gunungkidul, Arif Gunadi dan Wiwik Widiastuti setelah dilantik menjadi anggota DPRD Gunungkidul, Senin, (12/8/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pasangan suami-istri (pasutri) asal Kabupaten Gunungkidul bernama Arif Gunadi dan Wiwik Widiastuti resmi menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul periode 2024-2029 setelah dilantik di DPRD Gunungkidul, Senin, (12/8/2024). Uniknya, pasutri ini ternyata berasal dari dua partai politk (parpol) yang berbeda. Arif maju melalui PKB dan Wiwik berbendera PAN.
Arif mengaku bahwa terpilih menjadi anggota DPRD bersama istri merupakan hal yang harus disyukuri, apalagi mereka maju lewat dua parpol yang berbeda.
Arif bersama istrinya mengaku akan berusaha semampu mereka melalui parlemen untuk mengabdikan diri demi kebaikan.
Disinggung ihwal manajemen ketika kampanye, dia mengaku tidak begitu kesulitan lantaran daerah pemilihan (Dapil) mereka berbeda. Arif berada di Dapil 1 dan Wiwik di Dapil 4. Mereka juga mengikuti aturan yang telah dibuat KPU dan Bawaslu. Dengan tetap berada di koridor aturan, kampanye Arif dan Wiwik berjalan baik.
Arif mengaku hal utama yang melandasi keberhasilan mereka sebagai pasangan suami-istri adalah saling percaya dan terbuka baik penggunaan anggaran maupun manajemen waktu serta hal-hal yang berkaitan dengan proses yang mereka ikuti dalam tahapan Pemilu 2024.
“Hal yang paling fundamental adalah di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai baik di PKB maupun di PAN tidak ada yang menghalangi. Hanya, barangkali ada sebagian masyarakat yang masih membaca ini tidak lazim,” katanya.
BACA JUGA: Pilkada Gunungkidul, Ketua DPC PDIP Endah Subekti Mendaftar lewat Golkar
Sementara itu, Wiwik mengatakan koalisi ia bangun sejak dari rumah sebagai pasangan suami-istri. Kata dia, bertemu dengan suami di rumah dan di kantor DPRD menjadi kebanggaan tersendiri baginya.
Mereka memiliki tujuan yang sama untuk mengabdi untuk Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Polda DIY menerjunkan tim asistensi untuk mengawal kasus Shinta Komala yang viral dan menyeret oknum anggota polisi di Sleman.
OIKN menegaskan pembangunan IKN Nusantara tetap berjalan meski MK menyatakan Jakarta masih berstatus ibu kota negara.
Kemensos menjaring ratusan anak jalanan di Jabodetabek untuk mengikuti program Sekolah Rakyat gratis milik pemerintah.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.
BMKG mengungkap pengaruh MJO yang memicu cuaca panas, gerah, lalu hujan lebat mendadak di berbagai wilayah Indonesia.