Putus 2 Tahun Diterjang Banjir, Jembatan Dodogan-Pokoh Diperbaiki
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menerapkan pembayaran dengan sistem QRIS secara mandiri oleh pengendara di tempat khusus parkir (TKP) Ketandan dan Beskalan mulai Senin (2/9/2024). Hal itu bertujuan untuk mengenalkan digitalisasi kepada masyarakat dan mempermudah pembayaran yang ada di lokasi parkir.
Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran (BPTPAR) Dinas Perhubungan DIY, Agnes Dhiany Indria Sari menjelaskan pembayaran dengan sistem QRIS sudah diterapkan lama tetapi masih menggunakan bantuan petugas. Sekarang semuanya sudah dilakukan oleh masyarakat sendiri.
"Kami juga telah memberikan waktu kepada masyarakat untuk beradaptasi dari pembayaran tunai yang ada penjaganya kemudian tidak ada penjaganya dan para masyarakat akan membayar sendiri atau bertransaksi sendiri," katanya.
Menurut Agnes, pembayaran parkir dengan QRIS ini memiliki keunggulan tersendiri. Pasalnya, transaksi yang dilakukan oleh masyarakat itu bisa lebih transparan, sehingga dengan transaksi yang melibatkan personal atau uang tunai itu akan digeser oleh teknologi. "Sekarang baru diterapkan di Ketandan dan Beskalan," jelasnya.
Meski baru hadir dua lokasi tetapi Agnes berharap dengan adanya penerapan untuk pembayaran parkir dengan QRIS ini bisa mempermudah, memperlancar, memberikan kecepatan, dan kenyamanan bagi para masyarakat. "Rencana akan kami perluas juga di tempat parkir lainnya, seperti di parkiran Adisutjipto, Terminal Jombor, dan Terminal Wates," jelasnya.
BACA JUGA: Pengguna QRIS di DIY Capai 821 Ribu hingga Januari 2024
Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa banyak perubahan, termasuk dalam sistem pembayaran, sehingga penggunaan QRIS sebagai pembayaran digital yang ada di Jogja telah menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. "Hingga Agustus ini di Jogja telah ada sebanyak lebih dari 1 juta pengguna aktif QRIS," katanya.
Menurut Beny, dengan banyaknya penggunaan QRIS di wilayah setempat menandakan bahwa masyarakat semakin terbuka dan menerima kemudahan yang ditawarkan oleh pembayaran digital.
Harapannya tidak hanya kemudahan dalam bertransaksi yang dirasakan tetapi juga peningkatan dalam transparasi dan efisiensi ekonomi. "Perluasan transaksi QRIS juga sejalan dengan upaya Pemda DIY untuk mewujudkan smart province di Jogja. Di mana seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat terintegrasi dengan teknologi digital yang memudahkan dan meningkatkan kualitas hidup.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), berkomitmen menanamkan modal US$350 juta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang
Pemda DIY dan DPRD DIY membahas Raperda Penanggulangan Bencana yang mengedepankan sistem preventif, adaptif, dan perlindungan kelompok rentan.
PPATK mencatat deposit judi online selama Piala Dunia 2026 mencapai Rp1,02 triliun dalam 6 juta transaksi. Sebanyak 2.815 rekening diblokir sementara.