Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY menerapkan pembayaran dengan sistem QRIS secara mandiri oleh pengendara di tempat khusus parkir (TKP) Ketandan dan Beskalan mulai Senin (2/9/2024). Hal itu bertujuan untuk mengenalkan digitalisasi kepada masyarakat dan mempermudah pembayaran yang ada di lokasi parkir.
Kepala UPT Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran (BPTPAR) Dinas Perhubungan DIY, Agnes Dhiany Indria Sari menjelaskan pembayaran dengan sistem QRIS sudah diterapkan lama tetapi masih menggunakan bantuan petugas. Sekarang semuanya sudah dilakukan oleh masyarakat sendiri.
"Kami juga telah memberikan waktu kepada masyarakat untuk beradaptasi dari pembayaran tunai yang ada penjaganya kemudian tidak ada penjaganya dan para masyarakat akan membayar sendiri atau bertransaksi sendiri," katanya.
Menurut Agnes, pembayaran parkir dengan QRIS ini memiliki keunggulan tersendiri. Pasalnya, transaksi yang dilakukan oleh masyarakat itu bisa lebih transparan, sehingga dengan transaksi yang melibatkan personal atau uang tunai itu akan digeser oleh teknologi. "Sekarang baru diterapkan di Ketandan dan Beskalan," jelasnya.
Meski baru hadir dua lokasi tetapi Agnes berharap dengan adanya penerapan untuk pembayaran parkir dengan QRIS ini bisa mempermudah, memperlancar, memberikan kecepatan, dan kenyamanan bagi para masyarakat. "Rencana akan kami perluas juga di tempat parkir lainnya, seperti di parkiran Adisutjipto, Terminal Jombor, dan Terminal Wates," jelasnya.
BACA JUGA: Pengguna QRIS di DIY Capai 821 Ribu hingga Januari 2024
Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa banyak perubahan, termasuk dalam sistem pembayaran, sehingga penggunaan QRIS sebagai pembayaran digital yang ada di Jogja telah menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. "Hingga Agustus ini di Jogja telah ada sebanyak lebih dari 1 juta pengguna aktif QRIS," katanya.
Menurut Beny, dengan banyaknya penggunaan QRIS di wilayah setempat menandakan bahwa masyarakat semakin terbuka dan menerima kemudahan yang ditawarkan oleh pembayaran digital.
Harapannya tidak hanya kemudahan dalam bertransaksi yang dirasakan tetapi juga peningkatan dalam transparasi dan efisiensi ekonomi. "Perluasan transaksi QRIS juga sejalan dengan upaya Pemda DIY untuk mewujudkan smart province di Jogja. Di mana seluruh aspek kehidupan masyarakat dapat terintegrasi dengan teknologi digital yang memudahkan dan meningkatkan kualitas hidup.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.