Kemarau, Kasus Kebakaran Lahan di Gunungkidul Melonjak
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman masih menunggu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait dengan kampanye di Pilkada 2024. Hingga saat ini masih difokuskan untuk tahapan pencalonan.
Anggota KPU Sleman, Noor Aan Muhlishoh mengatakan, masih fokus di tahapan pencalonan. Adapun proses masih dalam penyelesaian verifikasi administrasi terhadap berkas milik pasangan calon yang diserahkan saat pendaftaran di 27-29 Agustus 2024.
“Masih diteliti kelengkapan dan keabsahan dari dokumen maupun berkas milik masing-masing pasangan calon,” katanya, Selasa (3/9/2024).
Selain itu, KPU juga masih menunggu hasil pemeriksaan Kesehatan dari pihak RSUD Sleman. Proses pemeriksaan terhadap masing-masing bakal calon sudah berlangsung di 30-31 Agustus 2024.
“Kami masih menunggu dan rencananya kami serahkan bersama dengan hasil verifikasi administrasi ke pasangan calon antara 5-6 September,” katanya.
Adapun untuk kampanye, ia mengakui hingga sekarang belum ada PKPU tentang Kampanye. Oleh karenanya, kepastian masih menunggu turunnya jadwal berkampanye dari KPU RI.
“Kita tunggu, tapi sekarang masih difokuskan untuk penelitian administrasi syarat pencalonan dari masing-masing pasangan,” katanya.
Sebagaimana diketahui bersama, di Pilkada Sleman ada dua pasangan yang mendaftar. Pasangan calon pertama adalah Harda Kiswaya dengan Danang Maharsa yang diusung 12 partai politik yang tergabung dalam Koalisi Sleman Baru.
Partai ini terdiri dari PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra, Golkar, NasDem dan PPP. Selain itu, juga ada Partai Ummat, Gelora, Demokrat, PSI dan Partai Buruh.
Adapun bakal calon kedua merupakan pasangan Kustini Sri Purnomo dengan Sukamto. Pasangan ini diusung oleh PAN, Perindo, PBB, PKN dan Garuda.
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, tahapan pencalonan masih panjang. Pasalnya, setelah penelitian berkas pendaftara selesai akan ada masa perbaikan dan setelah itu hasilnya akan diumumkan guna mendapatkan masukan dari Masyarakat.
“Rencananya penetapan calon dilaksanakan pada 22 September sekaligus pengambilan nomor urut,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
AS dan Jepang berkolaborasi mengintervensi pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.
Transformasi BUMN di Bawah Danantara Perkuat Layanan Publik, Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.