Reklame Ilegal di Kota Jogja Ditarget Hilang Awal 2027
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
Proyek pembangunan Jembatan Pandansimo./Istimewa-PUPR.
Harianjogja.com, BANTUL—Hingga September 2024 ini, proyek pembangungan Jembatan Pandansimo yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kulonprogo mencapai 65%.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY (BBPJN Jateng-DIY) terus berupaya agar pekerjaan konstruksi tersebut tidak terkendala saat musim hujan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 DIY BBPJN Jateng-DIY, Setiawan Wibowo membenarkan bahwa proyek Jembatan Pandansimo memang hingga kini sudah mencapai 65. Dia mengatakan pekerjaan konstruksi yang dilakukan saat ini adalah berupa pemasangan baja bergelombang, pengecoran mortar busa, instal barrier, pagar pengaman dan material LPA.
Dia menuturkan saat ini pihaknya tengah mengusulkan penambahan izin tahun jamak pembangunan Jembatan Pandansimo ke Kementerian Keuangan.
Menurut dia, hal lantaran perlu adanya reviu desain struktur fondasi, sehingga ada potensi penambahan waktu pelaksanaan. “Kendala yang terjadi terdapat kebutuhan reviu desain terhadap struktur pondasi, sehingga ada potensi penambahan waktu pelaksanaan,” ujarnya, Sabtu (7/9/2024).
Hanya saja, dia tidak menyampaikan berapa lama waktu tambahan yang diperkirakan. Pasanya, permohonan penambahan izin tahun jamak pembangunan tersebut masih belum keluar.
Diketahui pembangunan Jembatan Pandansimo dilakukan dengan anggaran APBN mencapai Rp814 miliar. Jembatan Pandansimo memiliki bentang utama jembatan sepanjang 675 meter dengan total penanganan 1.900 meter. Konstruksi jembatan dilengkapi dengan teknologi Lead Rubber Bearing (LRB) untuk melindungi/mereduksi struktur utama jembatan dari potensi bencana gempa bumi. Jembatan ini berada di atas tanah dengan struktur berpasir dan muka air tanah dangkal yang lokasinya tidak jauh dari sumber gempa sesar opak radius kurang dari 10 km.
BACA JUGA: Jembatan Pandansimo dan JJLS Segera Tersambung, Pemkab Bantul Kebut Kajian Jalan Masuk ke Pansela
Konstruksi Jembatan Pandansimo akan menggunakan Corrugated Steel Plate (CSP). Penggunaan CSP akan membuat struktur jembatan lebih ringan, tetap kuat dan cepat dalam pemasangan, sehingga relatif lebih efektif dan efisien dari segi biaya dan waktu.
Jembatan Pandansimo akan dipercantik dengan ornamen kearifan lokal berupa ikon Gunungan dengan interpretasi Sulur Keris dan Batik Nitik sebagai gerbang penanda. Selain itu juga terdapat Gapura Joglo sebagai penanda titik masuk atau keluar jembatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh reklame ilegal tuntas ditertibkan pada awal 2027. Satpol PP telah menertibkan 2.767 reklame insidental sepanjang 2026.
nvestigasi mengungkap ratusan dokter palsu berbasis AI membanjiri Facebook dan Instagram untuk mempromosikan suplemen dengan klaim kesehatan yang meraguka
Ariana Grande menggugat peretas yang diduga mencuri dan menjual puluhan lagu belum dirilis, foto, serta video pribadinya melalui dark web.
BPBD Bantul telah menyalurkan 312.000 liter air bersih kepada 2.619 warga terdampak kekeringan di lima kapanewon selama musim kemarau 2026.
Studi ICCT mengungkap biaya baterai mobil listrik turun hingga 35%, tetapi harga EV hanya turun 18% karena produsen lebih fokus meningkatkan kualitas kendaraan.
Gol spektakuler Sidny Lopes Cabral saat melawan Argentina resmi terpilih sebagai gol terbaik Piala Dunia 2026 melalui voting publik FIFA.