Wisatawan Naik, Uang Masuk Melambat: Fenomena Baru Pariwisata Sleman
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Ilustrasi megathrust Indonesia./Bisnis.com
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul akan menggelar simulasi gempa bumi di Kalurahan Jepitu, Girisubo pada Kamis, (12/9/2024). Simulasi ini merupakan tindak lanjut dari gempa di zona megathrust yang berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono menegaskan informasi mengenai gempa megathrust yang pihaknya dapat dari BMKG merupakan potensi, bukan prediksi. Dengan begitu, tidak ada pihak/kelompok yang hingga saat ini memiliki prediksi terjadinya gempa tersebut.
BACA JUGA : BPBD DIY Butuh Kerja Sama Multi-Pihak Mengantisipasi Potensi Gempa Megathrust
Meski begitu, sebagai langkah kewaspadaan dan kesiapsiagaan, BPBD akan menggelar simulasi gempa di Kalurahan Jepitu. Simulasi ini akan didahului dengan upaya Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) pada Selasa, (10/9) – Rabu, (11/9).
“Simulasi ini persisnya akan kami lakukan di Pantai Wediombo. Tapi kami itu sebenarnya memang ada program rutin simulasi gempa,” kata Purwono dihubungi, Senin, (9/9/2024).
Simulasi itu akan melibatkan personel SAR Satlinmas Rescue Istimewa (SRI), Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul, Bhabinsa, dan Bhabinkamtibmas. BMKG belum akan terlibat.
Selain simulasi, Purwono mengatakan kesiapsiagaan dilakukan dengan pembentukan kalurahan tanggap bencana (kaltana). Dari 144 kalurahan di Gunungkidul, baru ada 88 kaltana. Setiap tahun, BPBD terus mengupayakan untuk ada penambahan dua kaltana.
Setiap pembentukan, kaltana akan mendapat bantuan peralatan penanganan dampak bencana seperti gergaji mesin. Mereka juga mendapat alokasi dari APBKal sebagai anggaran penanggulangan dampak kebencanaan.
Disinggung ihwal mekanisme evakuasi apabila terjadi gempa di kawasan pesisir, Purwono mengatakan sudah ada arahan agar warga pesisir mengungsi ke balai padukuhan. Pasalnya, belum ada bangunan yang khusus dipakai sebagai titik kumpul. Sebab itu, BPBD juga menyarankan agar warga menggunakan tanah lapang sebagai titik kumpul.
Warga kemudian akan mendapat arahan dari pihak berkepentingan seperti BPBD atau BMKG. Apabila terjadi gempat, warga dapat kembali ke rumah setelah BMKG menyatakan situasi aman-terkendali. Meski begitu, mereka tidak dapat serta merta langsung masuk rumah.
BACA JUGA : Banyak yang Salah Memahami Soal Potensi Megathrust, Ini Penjelasan Gamblang dari BMKG
Warga terdampak perlu melakukan cek kerusakan bangunan. Apabila tidak ada kerusakan yang membahayakan nyawa, mereka dapat masuk. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Supriyanta mengimbau agar wisatawan tidak panik dan takut terkait isu potensi megathrust.
“Tapi wisatawan tetap perlu waspada dengan mengikuti informasi dari BMKG dan pihak lain seperti BPBD dan SAR,” kata Supriyanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
House tour rumah mewah Tasya Farasya viral di media sosial. Warganet terbelah antara kagum dan menilai konten itu sebagai flexing.
KPK memeriksa Kadinkes Ponorogo dan sejumlah saksi terkait pengembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Sugiri Sancoko.
Jangan asal tambah air radiator motor. Ketahui jadwal ideal ganti coolant agar mesin tidak overheat dan radiator tetap awet.
Lionel Messi cedera paha saat Inter Miami vs Philadelphia Union. Pelatih sebut kelelahan, bukan ambil risiko jelang Piala Dunia 2026. Simak fakta lengkapnya.
Mendag Budi Santoso menargetkan Permendag ekspor SDA selesai hari ini. Ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy bertahap dialihkan ke PT DSI.