Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi KTP penghayat kepercayaan./Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja terus mendorong instansi pelayanan public agar mengimplementasikan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Dengan implementasi ini diharapkan aktivasi IKD semakin masif.
Kepala Disdukcapil Kota Jogja, Septi Sri Rejeki, menjelaskan hingga saat ini aktivasi IKD di Kota Jogja baru sekitar 5%, masih cukup jauh dari target nasional tahun ini sebesar 30%. “Kalau target Kota Jogja 15 persen saja sudah bagus,” ujarnya, Selasa (10/9/2024).
BACA JUGA : Kepemilikan IKD di Bantul Baru Sekitar 8%, Ponsel Kebanyakan Warga Tak Support
Menurutnya, kesulitan aktivasi IKD ini salah satunya karena dari sisi kebijakan belum ada yang memaksa masyarakat untuk aktivasi IKD. Ia mencontohkan belum banyak perbankan yang sudah menggunakan IKD sebagai identitas utama pemohon.
Saat ini baru bandara dan KAI yang sudah mulai mengimplementasikan penggunaan IKD, meskipun sifatnya belum wajib. “Stasiun dan bandara sudah. Makanya kami menyelenggarakan sosialisasi agar semua instansi pelayanan publik mau segera mengimplementasikan IKD,” paparnya.
Sosialisasi implementasi IKD tersebut digelar di Hotel Kimaya, Selasa (10/9/2024) dengan mengundang berbagai instansi pelayanan publik, seperti perbankan baik negeri maupun swasta, BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan, Polresta Jogja dan sebagainya.
Dengan banyaknya instansi pelayanan publik yang mengimplementasikan penggunaan IKD, maka masyarakat pun akan semakin terstimulasi untuk aktivasi IKD. “Misalnya ketika mau memperpanjang STNK harus pakai IKD, mau tidak mau saya harus aktivasi IKD,” ungkapnya.
Untuk aktivasi IKD saat ini masyarakat memang harus difasilitasi Disdukcapil. Meski demikian, prosesnya bisa dilakukan dimana saja, bahkan lewat Zoom Meeting, asal berkoordinasi dengan Disdukcapil. “Sebenarnya dilakukan lewat zoom bisa. Kemaren saudara saya di Tangerang, pakaii zoom jadi,” kata dia.
Meski demikian, banyaknya penduduk Kota Jogja yang berada di luar daerah sementara penduduk luar daerah yang tinggal di Kota Jogja juga menjadi kendala dalam peningkatan aktivasi IKD. “Penduduk luar Kota Jogja banyak yang di Kota Jogja, ketika kami membuka aktivasi IKD, 75 persennya penduduk luar Kota Jogja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.