Wisatawan Keluhkan Tarif Tikar, DPRD Bantul Minta Pedagang Terbuka
DPRD Bantul meminta pedagang pantai transparan soal tarif layanan setelah wisatawan mengeluhkan biaya sewa tikar di Pantai Parangtritis.
Agenda Sosialisasi Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Beasiswa Berkelanjutan yang digelar BPO DIY, Kamis (19/9/2024). - Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
JOGJA—Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY memberikan beasiswa berkelanjutan kepada 150 mahasiswa di DIY. Program yang dijalankan mulai 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam mengakses pendidikan tinggi.
Kepala Seksi Pemuda BPO DIY, Rini Admiwati, menjelaskan berdasarkan pemantauan, hanya sedikit mahasiswa asli DIY yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Hal ini dilatarbelakangi oleh banyak hal, salah satunya faktor ekonomi.
“Rata-rata dalam satu kelas, pemuda asli DIY yang kuliah hanya dua hingga tiga orang, sehingga kami menggagas program beasiswa ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengakses pendidikan,” katanya dalam Sosialisasi Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Beasiswa Berkelanjutan yang digelar BPO DIY, Kamis (19/9/2024).
Ada beberapa syarat yang wajib diikuti oleh peserta dalam mengakses program itu, di antaranya harus masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan berprestasi di bidang pemuda dan olahraga, berusia 18-24 tahun, belum menerima beasiswa dari pihak lain, penduduk asli DIY dan belum menikah. “Seleksi tahap pertama sudah kami gelar awal 2024 dengan hasil 100 orang, kemudian pertengahan tahun ini kami kembali merekrut 50 orang,” katanya.
BACA JUGA: Partai Buruh Menyatakan Dukungan pada Prabowo dengan Sejumlah Permintaan
Antusiasme peserta untuk mendaftar program sangat tinggi. Dari kuota 150 orang yang disediakan, jumlah pendaftar mencapai 400 orang sehingga seleksi harus dilakukan secara ketat dan transparan. “pendaftar dengan dokumen yang tidak lengkap dan bukan KTP DIY langsung dicoret,” katanya.
Menurut Rini, setiap peserta mendapatkan Rp10 juta setiap tahun. Direncanakan program itu akan terus berkelanjutan. Sementara, bagi atlet berprestasi yang sudah memperoleh beasiswa otomatis selama empat tahun ke depan akan menerima Rp10 juta setiap tahunnya.
“Peruntukannya untuk mendukung proses perkuliahan seperti membayar uang kuliah, membeli peralatan utama kuliah seperti buku, tas, laptop, peralatan tanding atau peralatan pendukung lainnya,” katanya.
Setelah menggunakan uang tersebut, peserta wajib membuat laporan pertanggungjawaban. Laporan diserahkan dalam bentuk proposal dan format berisi kuitansi asli pembelian barang menggunakan beasiswa. “Kami berharap program ini membawa manfaat untuk menunjang kuliah para peserta, sekaligus meningkatkan nilai serta prestasi baik akademik maupun non akademik,” katanya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta pedagang pantai transparan soal tarif layanan setelah wisatawan mengeluhkan biaya sewa tikar di Pantai Parangtritis.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.