Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Ilustrasi megathrust Indonesia./Bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL--Beberapa waktu lalu BMKG menyampaikan adanya potensi gempa bumi megathrust di Indonesia. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul perkuat mitigasi dengan adanya potensi bencana tersebut.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra menyampaikan potensi gempa bumi megathrust dapat berpengaruh pada okupansi hotel di Bantul.
“Isu [potensi gempa megathrust] tersebut sangat berpengaruh [okupansi hotel], agar itu tidak jadi momok, kami berupaya meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya, Kamis (26/9/2024).
Dia menuturkan wilayah Bantul yang memiliki sisi pesisir memiliki potensi gempa bumi dan tsunami. Dengan begitu, menurut Hendra, gempa bumi tektonik yang terjadi di bawah laut sulit untuk diprediksi waktu kejadiannya. Karena itu, menurut Hendra pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas pelaku wisata di hotel dan restoran untuk menghadapi potensi bencana tersebut.
Hendra menuturkan pihaknya mengimbau agar hotel dan restoran memiliki tim penyelamat yang memiliki kemampuan untuk mengevakuasi pengunjung apabila terjadi bencana. Menurutnya, beberapa hotel di Bantul selama ini telah memiliki tim penyelamat. Mereka juga telah menggelar pelatihan kesiapsiagaan bencana secara rutin. Namun, menurut Hendra baru ada beberapa restoran yang memiliki tim serupa.
“Untuk [Tim penyelamat untuk evakuasi pengunjung] restoran agak kesulitan, paling tidak staf yang ada harus paham tentang mitigasi [bencana]. Walaupun hanya dua hingga tiga orang karyawan [restoran], itu [karyawan restoran] harus paham betul untuk melakukan mitigasi [bencana],” imbuhnya.
BACA JUGA: Ancaman Gempa Megathrust, BPBD Bantul Ingatkan Masyarakat Bangun Rumah Tahan Gempa
Sementara menurut Hendra, selama ini hotel dan restoran di Bantul memiliki alat penanggulangan bencana yang masih terbatas. Hotel dan restoran tersebut selama ini hanya memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Hendra juga menuturkan, jalur evakuasi yang ada di hotel-hotel di Bantul masih dalam keadaan terawat. Dalam kurun waktu tertentu menurutnya ada tim pengawas khusus yang melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap keberadaan jalur evakuasi tersebut. Dia berharap keberadaan alat dan kelengkapan keselamatan yang ada di hotel dan restoran di Bantul terus ditingkatkan untuk memastikan keselamatan pengunjung di tengah potensi bencana yang ada.
Dia menuturkan dalam waktu dekat, PHRI Bantul akan menggandeng BPBD Bantul bersama dengan beberapa anggota tim penyelamatan bencana yang selama ini telah terbentuk untuk menyosialisasikan upaya mitigasi bencana pada hotel dan restoran di Bantul.
Sementara sebelumnya Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo menyampaikan pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menghadapi potensi gempa bumi megathrust.
"Kami harus menunjukkan bahwa sesungguhnya hotel dan restoran siap menghadapi itu, bagaimana mengantisipasi dengan mengelola atau mitigasi bencana yang benar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.
BPS Gunungkidul masih mengolah data Sensus Ekonomi 2026. Sebanyak 1.033 petugas dikerahkan dengan sekitar 385.000 responden sasaran.