Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman Dilanjutkan, 11 Lahan Dibebaskan
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mengatakan dari hasil uji lab, penyebab keracunan massal 26 orang di Padukuhan Trimulyo I, Kalurahan Kepek, Wonosari pada Minggu (15/9/2024) adalah kontaminasi bakteri E-Coli dan Kapang.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan pengecekan sampel makanan di Labkeda Yogyakarta memerlukan waktu sekitar dua pekan. “Dari hasil itu, terbukti bahwa ada E-Coli dan Kapang atau khamirnya,” kata Ismono, Senin (30/9/2024).
Rincian sampel itu antara lain ayam, sambal, lalapan, roti risol, pasel mengandung kapang/khamir. Lalu, feses korban mengandung kapang. Kemudian, kremesan ayam goreng mengandung kapang dan E-Coli.
Menurut Ismono, munculnya E-Coli dan kapang pertama-tama dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan, pencucian, hingga pengolahan. Kapang, kata dia dapat muncul apabila bahan makanan belum begitu matang lalu ditutup. Dalam jangka waktu tertentu dapat muncul jamur.
Sementara soal sumber air, Dinkes belum melakukan pengecekan. Hanya sampel makanan dan feses.
BACA JUGA: Duh, Puluhan Warga Kepek Wonosari Diduga Keracunan Makanan
Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo mengatakan pihaknya mencatat ada 31 orang yang mengalami keracunan setelah makan makanan dalam di Padukuhan Trimulyo I, Kepek.
Mereka mengalami gejala yang sama seperti perut sakit, pusing, mual, muntah. Makanan tersebut tidak berasal dari olahan sendiri, namun memesan di katering. “Acara itu kan dihadiri 60 undangan. Mereka mendapat nasi kontak dan snack,” kata Edi.
E-Coli dan kapang bukan hanya kali ini menjadi biang keracunan massal di Gunungkidul. Pada Kamis (23/5/2024), keracunan makanan terjadi di Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Playen. Kejadian ini menyebabkan dua warga berumur 60 tahun dan 9 tahun meninggal dunia.
Hasil lab terhadap feses korban mengandung kapang dan E-Coli sebagai patogen mikroorganisme.
Begitu juga keracunan massal yang terjadi di Padukuhan Kalitekuk, Semin pada 14 Mei 2024 juga disebabkan oleh E-Coli dan kapang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Oktober 2026 tersedia di Sleman dan Bantul. Cek lokasi, jam layanan, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia ke lima tujuan. Simak jam keberangkatan dan informasi tarif DAMRI dari YIA.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.