Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman Baru Mencapai Rp6,3 Miliar
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mengatakan dari hasil uji lab, penyebab keracunan massal 26 orang di Padukuhan Trimulyo I, Kalurahan Kepek, Wonosari pada Minggu (15/9/2024) adalah kontaminasi bakteri E-Coli dan Kapang.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono mengatakan pengecekan sampel makanan di Labkeda Yogyakarta memerlukan waktu sekitar dua pekan. “Dari hasil itu, terbukti bahwa ada E-Coli dan Kapang atau khamirnya,” kata Ismono, Senin (30/9/2024).
Rincian sampel itu antara lain ayam, sambal, lalapan, roti risol, pasel mengandung kapang/khamir. Lalu, feses korban mengandung kapang. Kemudian, kremesan ayam goreng mengandung kapang dan E-Coli.
Menurut Ismono, munculnya E-Coli dan kapang pertama-tama dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan, pencucian, hingga pengolahan. Kapang, kata dia dapat muncul apabila bahan makanan belum begitu matang lalu ditutup. Dalam jangka waktu tertentu dapat muncul jamur.
Sementara soal sumber air, Dinkes belum melakukan pengecekan. Hanya sampel makanan dan feses.
BACA JUGA: Duh, Puluhan Warga Kepek Wonosari Diduga Keracunan Makanan
Kapolsek Wonosari, Kompol Edi Purnomo mengatakan pihaknya mencatat ada 31 orang yang mengalami keracunan setelah makan makanan dalam di Padukuhan Trimulyo I, Kepek.
Mereka mengalami gejala yang sama seperti perut sakit, pusing, mual, muntah. Makanan tersebut tidak berasal dari olahan sendiri, namun memesan di katering. “Acara itu kan dihadiri 60 undangan. Mereka mendapat nasi kontak dan snack,” kata Edi.
E-Coli dan kapang bukan hanya kali ini menjadi biang keracunan massal di Gunungkidul. Pada Kamis (23/5/2024), keracunan makanan terjadi di Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Playen. Kejadian ini menyebabkan dua warga berumur 60 tahun dan 9 tahun meninggal dunia.
Hasil lab terhadap feses korban mengandung kapang dan E-Coli sebagai patogen mikroorganisme.
Begitu juga keracunan massal yang terjadi di Padukuhan Kalitekuk, Semin pada 14 Mei 2024 juga disebabkan oleh E-Coli dan kapang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyaluran Dana Penguatan Modal Sleman 2026 mencapai Rp6,3402 miliar atau 32,31% dari total plafon Rp19,625 miliar.
Satlantas Polres Bantul membuka layanan SIM Keliling dan Samsat Keliling di Bantul Creative Expo 2026 pada 1 dan 8 Agustus malam.
Indonesia membuka pendaftaran film nasional untuk Academy Awards ke-99. Simak syarat dan batas waktu pendaftarannya.
Kebakaran menghanguskan 12 rumah dinas di Aspol Panularan Solo. Sebanyak 10 keluarga terdampak, sementara penyebab pasti masih diselidiki polisi.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Dokter mengingatkan obesitas pada perempuan merupakan penyakit kronis yang meningkatkan risiko gangguan reproduksi, kehamilan, dan penyakit jantung.