Kafe di Kota Jogja Tembus 112 Unit pada 2025, Gondokusuman Terbanyak
Data DPMPTSP Kota Jogja mencatat 431 usaha kafe ber-NIB pada 2022–2026. Gondokusuman menjadi kemantren dengan jumlah terbanyak.
Salah satu keluarga korban dugaan keracunan, Nurdiyanto sedang menjelaskan kronologi istri dan dua anaknya mengalami gejala keracunan di RSUD Wonosari, Selasa, (17/9/2024).
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 26 warga Padukuhan Trimulyo I, Kalurahan Kepek, Wonosari diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam acara keagamaan di salah satu rumah warga Trimulyo I, Minggu, (15/9/2024) sore.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Ismono mengatakan acara tersebut dihadiri 50 orang undangan. Dari jumlah itu, ada 26 orang yang mengalami gejala keracunan. Secara umum warga mengalami demam, mual, pusing, dan muntah.
BACA JUGA: 15 Korban Keracunan Massal di Kalurahan Patalan Masih Jalani Perawatan
"Sembilan orang menjalani rawat inap di RSUD Wonosari dengan rincian satu orang opname, empat orang menjalani observasi, sisanya sudah pulang," katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (17/9/2024).
Dia menerangkan pihaknya telah mengambil sampel makanan berupa sambel lalapan ayam dan snack kue. “Kami belum tahu, penyebabnya yang mana. Sampel akan kami kirim ke Labkesda Yogyakarta,” kata Ismono.
Ismono menegaskan petugas kesehatan masih akan melakukan observasi lapangan guna memastikan kualitas sumber air, tempat di lokasi pembuatan makanan dari catering tersebut.
Lebih jauh, dia menjelaskan ada banyak faktor menjadi penyebab keracunan. Apabila berkaca pada kasus keracunan di Padukuhan Tumpak, Kalurahan Ngawu, Playen, Kamis (23/5/2024), maka bakteri e-coli dan kapang menjadi biangnya.
Pemilihan, penyimpanan, dan pengolahan makanan perlu mendapat perhatian lebih agar tidak menimbulkan potensi keracunan. Dari sisi warga, konsumen dapat memperhatikan/ mencermati makanan. “Pasien yang memiliki BPJS Kesehatan dapat dibiayai BPJS Kesehatan,” katanya.
Salah satu kerabat korban, Ratih Yulianti mengatakan nasi box catering dari acara keagamaan tersebut baru dimakan oleh kerabatnya pada Senin, (16/9) siang. Efek muncul pada malam hari.
“Saudara saya, bapak-bapak 41 tahun dan anaknya sepuluh tahun, mereka merasa diare ya mual, pusing sampai lemas. Hari ini, Selasa 17 September dibawa ke IGD RSUD Wonosari,” kata Ratih.
Di lain pihak, warga Trimulyo II, Kepek, Nurdiyanto yang ikut dalam acara keagamaan tersebut dan memakan nasi box tidak merasakan gejala apapun. Namun, istri dan dua anaknya yang justru mengalami diare.
“Ada 50 orang yang ikut sembahyangan. Saya ikut menerima nasi box. Malam hari itu juga saya makan, tapi saya tidak mengalami gejala,” kata Nurdiyanto.
Nurdiyanto menambahkan sehari setelahnya, siang, anak pertamanya mengalami gejala, disusul istri, dan anak keduanya. Anak pertamanya bahkan muntah ketika sedang menghadiri sebuah acara lain, Senin, (16/9). Setelah itu, Nurdiyanto kemudian membawa istri dan dua anaknya ke RSUD Wonosari, Selasa, (17/9) pukul 13.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Data DPMPTSP Kota Jogja mencatat 431 usaha kafe ber-NIB pada 2022–2026. Gondokusuman menjadi kemantren dengan jumlah terbanyak.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo memakai uang dari fee kontraktor untuk membayar utang Pilkada 2024 dan kebutuhan operasional.
Cek jadwal SIM Keliling Gunungkidul Sabtu, 17 Oktober 2026, lokasi pelayanan, jam operasional, syarat perpanjangan, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
OJK menjatuhkan denda Rp2,1 triliun terkait dugaan manipulasi saham DSSA dan pelanggaran penjatahan saham BREN serta CUAN.
Literasi keluarga didorong untuk memperkuat pencegahan stunting di Sleman melalui bedah buku, edukasi gizi, pola asuh, dan kesehatan ibu dan anak
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo Oktober 2026, lokasi SIMENOR, jam pelayanan, dan syarat dokumen SIM A serta SIM C.