Produksi Ikan Budidaya Sleman Tembus 29.167 Ton hingga Juni 2026
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Seorang pengendara sedang melintasi ruas Jalan Veteran, Padukuhan Trimulyo I, Kalurahan Trimulyo, Kepek, Gunungkidul, Selasa, (1/10/2024)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan membudidayakan pohon tabebuya di Kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Kalurahan Baleharjo, Wonosari.
Pemilihan jenis pohon tersebut diambil sebagai dukungan terhadap pembangunan sektor pariwisata. Apabila mekar, penampakan bunga tabebuya mirip bunga sakura.
Kepala UPT Kebersihan dan Pertamanan DLH Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan pembibitan dilakukan menggunakan benih yang berasal dari Pohon Tabebuya pinggir jalan yang telah mekar. “Dari pohon yang sudah mekar itu kami ambil lalu kami lakukan pembibitan. Tidak perlu beli pohon lagi,” kata Heri, Selasa (1/10/2024).
Ada tiga ruas jalan yang telah ditanami pohon tabebuya, yaitu ruas Jalan Agus Salim atau Alun-alun Wonosari ke arah barat; lalu Jalan Veteran di Padukuhan Trimulyo, Kepek; dan Jalan Brigjen Katamso. Selain ruas jalan, DLH juga menanam di ruang terbuka hijau (RTH) dan TPAS Wukirsari.
Melalui pengamatan Harianjogja.com, hanya ada dua jenis bunga di ruas jalan Veteran, yaitu tabebuya putih dan tabebuya merah muda. Sepanjang 550 meter, bahu jalan Veteran hampir rapat dengan pohon tabebuya.
Lebih jauh, Heri menjelaskan perawatan tanaman perindang termasuk Tabebuya dilakukan seperlunya. Apabila cabang/ ranting mengganggu kenyamanan pengguna jalan, UPT akan memangkasnya.
“Pohon tabebuya di ruas jalan Veteran, Trimulyo, Kepek kami tanam sekitar 2017. Dulu di awal mula ada pemilihan jenis tanaman untuk perindang. Indikatornya tanaman yang sesuai iklim di Gunungkidul dan dapat mendukung sektor pariwisata,” katanya.
Menurut Heri, tabebuya akan tampak indah dengan bunga yang mekar secara bersamaan pada akhir September atau awal Oktober.
Kepala DLH Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono mengatakan penamanam tanaman perindang seperti Tabebuya selain dapat memperindah juga dapat memunculkan kesan segar dan hijau. “Kami terinspirasi dari Negara Jepang. Bunga Tabebuya mirip Bunga Sakura,” kata Hary.
Hary mengaku penanaman Pohon Tabebuya sejak 2017 tersebut dilakukan dengan sekitar 200 pohon. Satu ruas jalan, katanya ada 20-30 pohon. Dia mengaku akan menanam pohon itu lagi. Apabila memungkinkan, DLH akan menanam Pohon Tabebuya di ruas jalan menuju Pantai Baron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produksi perikanan budidaya Sleman mencapai 29.167 ton dengan nilai Rp810,7 miliar hingga Juni 2026. Pemkab mewaspadai dampak musim kemarau.
Satlantas Polres Bantul membuka layanan SIM Keliling dan Samsat Keliling di Bantul Creative Expo 2026 pada 1 dan 8 Agustus malam.
Indonesia membuka pendaftaran film nasional untuk Academy Awards ke-99. Simak syarat dan batas waktu pendaftarannya.
Kebakaran menghanguskan 12 rumah dinas di Aspol Panularan Solo. Sebanyak 10 keluarga terdampak, sementara penyebab pasti masih diselidiki polisi.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Dokter mengingatkan obesitas pada perempuan merupakan penyakit kronis yang meningkatkan risiko gangguan reproduksi, kehamilan, dan penyakit jantung.