Gunungkidul Ajukan 9 Jembatan Baru, Anggaran Rp27 Miliar
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kapanewon Seyegan, Minggir, Turi dan Pakem menjadi lokus penanganan stunting di Kabupaten Sleman. Pasalnya angka stunting di empat kapanewon tersebut merupakan yang tertinggi di wilayah Bumi Sembada.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama mengatakan permasalahan stunting masih menjadi prioritas yang harus ditangani pemkab. Hal ini terlihat jumlah temuan kasus terus menurun di setiap tahunnya. “Tahun ini [2024] angka stunting memang 4,41 persen atau turun 0,1 persen dibandingkan dengan kasus di 2023 sebesar 4,51 persen,” kata Cahya, Senin (14/10/2024).
Meski kasus terus menurun, tetapi ia memberikan beberapa catatan karena masih ada sejumlah kapanewon yang kasusnya lebih tinggi dari kasus di kabupaten. Keempat kapanewon yang masuk zona merah di antaranya Minggir, Seyegan, Pakem dan Turi. “Angka stunting di keempat kapanewon lebih tinggi dari kabupaten. Kapanewon Minggir masih 8,5 persen; Pakem 7,5 persen; Seyegan 7,08 persen; dan Turi 6,61 persen,” ujar dia.
Menurut Cahya, keempat kapanewon itu akan menjadi lokus penangan agar angkanya bisa ditekan sehingga jumlahnya terus bisa diturunkan mendekati angka di kabupaten. Pihaknya, sudah melakukan Audit Kasus Stunting (AKS) di empat kapanewon untuk mengetahui penyebab masih tingginya masalah stunting di wilayah tersebut. “Upaya penangnan di kapanewon lain tetap dilakukan, tetapi yang butuh penekanan program lebih terhadap empat kapanewon yang masih masuk zona merah alias kasusnya lebih tinggi dari capaian di tingkat kabupaten,” katanya.
Menurut dia, ada sejumlah program pencegahan yang akan dijalankan. Yakni, meliputi skrining amenia, konsumsi tablet tambah darah untuk remaja putri dan ibu hamil, pemberian tambahan makanan ke ibu hamil.
BACA JUGA: Tekan Angka Stunting, Alfamart Sahabat Posyandu Kembali Digelar di Kota Jogja
Lalu ada, pemantauan pertumbuhan balita, ASI ekslusif , edukasi ke remaja dan pemeriksaan Kesehatan hingga peningkatan cakupan imunisasi. “Kami terus berupaya agar kasus stunting bisa diturunkan secara merata,” katanya.
Penjabat Bupati Sleman, Kusno Wibowo menyambut baik angka stunting di Sleman yang terus menurun setiap tahunnya. Keberhasilan ini merupakan bukti dari komitmen pemkab dalam upaya pencegahan dan penanggulangan yang terus dijalankan setiap tahunnya. “Angkanya terus turun dan jumlahnya sudah dibawah rerata nasional. Tetapi, tidak boleh berpuas diri karena upaya pencegahan harus terus dilakukan,” katanya.
Menurut dia, pencegahan stunting harus dioptimalkan. Pasalnya, tugas ini tidak hanya menjadi ranah dari Dinas Kesehatan atau Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman, tetapi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga harus terlibat sesuai dengan ketugasan yang dimiliki. “Sinergi bersama harus terus ditingkatkan agar hasilnya bisa lebih dimaksimalkan. Sebab, penanganan stunting menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul ajukan pembangunan 9 jembatan senilai Rp27 miliar. Gantikan crossway rawan banjir demi kelancaran akses warga.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.