Peredaran Rokok Ilegal di DIY Naik, 412.000 Batang Dimusnahkan
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Anak belajar Matematika./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pengamat pendidikan turut angkat bicara soal rencana pemerintah menerapkan pelajaran matematika kepada siswa sejak jenjang taman kanak-kanak (TK).
Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan meminta pembelajaran matematika bisa dimulai ketika anak duduk dibangku taman kanak-kanak alias TK.
Hal ini, ditujukan untuk memperbaiki metode pembelajaran matematika, terutama di tingkat SD bahkan TK untuk meningkatkan kualitas ilmu sains dan teknologi yang diperoleh siswa.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memanggil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Medikdasmen) Abdul Mu'ti ke Istana beberapa waktu lalu. Prabowo, kata Mu'ti, mengusulkan pembelajaran matematika dapat dikenalkan mulai dari tingkatan TK.
Terkait dengan hal itu, pengamat pendidikan, Darmaningtyas menyebut pentingnya mengenalkan matematika sejak usia dini. Menurutnya, pembelajaran matematika tidak hanya sebatas angka dan rumus, tetapi juga merupakan fondasi untuk membangun kemampuan berpikir logis dan rasional pada anak.
“Matematika itu seperti bahasa yang universal. Sejak TK, anak-anak sudah mulai diajarkan konsep dasar berhitung. Ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk melatih otak mereka berpikir secara sistematis dan logis," katanya, Senin (28/10/2024).
Darmaningtyas menekankan bahwa pembelajaran matematika harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak. “Matematika untuk anak TK tentu berbeda dengan matematika untuk siswa SD, SMP atau SMA. Yang penting adalah anak-anak merasa senang dan tidak takut dengan matematika," ujarnya.
BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta Metode Belajar Matematika Diubah dan Dikenalkan ke Anak Sejak TK
Salah satu manfaat terbesar dari pembelajaran matematika sejak dini adalah kemampuan untuk berpikir secara rasional. “Matematika mengajarkan kita untuk menganalisis informasi, mencari solusi, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta,” katanya.
Dengan terbiasa berpikir rasional, anak-anak akan lebih kritis terhadap informasi yang mereka terima. Mereka tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau berita bohong yang beredar di media sosial.
Darmaningtyas juga menyoroti pentingnya mengaitkan pembelajaran matematika dengan kehidupan sehari-hari. “Anak-anak akan lebih mudah memahami konsep matematika jika mereka bisa melihat penerapannya dalam kehidupan nyata. Misalnya, ketika anak membeli jajan di warung, mereka bisa belajar menghitung uang kembalian. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk belajar matematika.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 412.119 batang rokok ilegal dimusnahkan di DIY. Temuan rokok ilegal tercatat meningkat 10-20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
AS dan Jepang berkolaborasi mengintervensi pasar valuta asing untuk menghentikan pelemahan yen yang sempat menyentuh level terendah dalam 40 tahun.
Sebanyak 23 calon hakim agung dan ad hoc MA mengikuti wawancara tahap akhir seleksi KY pada 3-7 Agustus 2026.
Transformasi BUMN di Bawah Danantara Perkuat Layanan Publik, Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026
Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar penyusunan kebijakan penguatan pariwisata Kota Jogja melalui data usaha, UMKM, investasi, dan tenaga kerja.