Jelang Penetapan Calon, Panitia Pilur Diminta Cermati Aturan
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Ilustrasi petir di tengah cuaca ekstrem./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—BMKG DIY memrediksi potensi terjadinya cuaca ekstrem berlangsung hingga awal 2025. Pemerintah Daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap bencana hidrometeorologi.
Prakirawan Cuaca, Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Muhammad Nur Hadi mengatakan, sudah membuat pengamatan berkaitan dengan cuaca. Diprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi di kisaran 200-500 mm terjadi di wilayah DIY pada November ini.
Kondisi tersebut diperkirakan terjadi hingga awal tahun sehingga adanya cuaca ekstrem dapat berdampak terjadinya bencana hidrometeorologi. “Untuk Desember masuk kriteria menengah sampai sangat tinggi di kisaran 200 mm sapai dengan kurang dari 500 mm. Adapun Januari 2025 itensitas hujan semakin tinggi dengan curah 301 mm sampai kurang dari 500 mm,” kata Nuh, Senin (4/11/2024).
BACA JUGA: DIY Siaga Bencana Hidrometeorologi, Ancaman Longsor dan Banjir Mengintai
Meski curah hujan terhitung tinggi, namun ia memastikan sifat hujan di 2024-2025 dalam kategori normal. Adapun dampak dari fenomena La Nina juga tergolong lemah karena keberadaannya dominan di wilayah timur Indonesia.
Menurut dia, BMKG telah menghimbau kepada Pemerintah Daerah, institusi terkait dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan potensi hujan es yang bisa terjadi pada periode tiga bulan ke depan. Guna mengurangi risiko, dapat dilakukan dengan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air dan melakukan penyesuaian pola tanam.
“Puncak musim hujan terutama di wilayah rawan banjir, tanah longsor dan angin kencang dilakukan dengan tindakan mitigasi seperti membersihkan saluran-saluran air, memangkas dahan pohon, memastikan kekuatan baliho-baliho di jalan raya dan tindakan-tindakan mitigasi bencana lainnya,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, meski baru memasuki awal musim hujan sudah terjadi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya pohon tumbang hingga kerusakan rumah. Upaya mitigasi harus terus dilakukan untuk mengurangi risiko akibat terjadinya bencana hidrometeorologi.
“Personel dan peralatan yang kami miliki sudah dilakukan pengecekan secara rutin sehingga sewaktu-waktu siap diterjunkan untuk membantu Masyarakat,” katanya.
Ia meminta kepada Masyarakat untuk berhati-hati. Selain itu, juga ada imbauan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah yang telah rindang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko adanya pohon tumbang.
“Dahan-dahan yang telah lapuk juga dipotong. Selain itu, saluran air juga dibersihkan agar tidak memicu terjadinya genangan air saat hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Inter Milan kalahkan Manchester City lewat adu penalti 3-1 di Hong Kong. Gol Divin Mubama dan Pavard, tiga penendang City gagal.
Jennie BLACKPINK tampil di konser Tame Impala Boston dengan busana gotik transparan. Dracula (Remix) dibawakan langsung pertama kali. Pro-kontra pun terjadi.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.
Christopher Nolan sebut AI seperti Kuda Troya kaca, semua bisa lihat bahayanya. Ia juga soroti skeptisisme generasi muda terhadap AI.