PHRI Ungkap Kendala Sleman Dongkrak Wisatawan dan Hotel
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Ilustrasi kerusakan akibat angin kencang di Gunungkidul.ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat angin kencang yang disertai hujan pada Senin, (12/11/2024) menyebabkan 14 titik bangunan mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan angin kencang kebanyakan menyebabkan kerusakan pada atap rumah di Kapanewon Playen. Ada 12 bangunan yang rusak.
BACA JUGA: 6 Kejadian Longsor Melanda Kulonprogo dalam Sepekan Terakhir, BPBD Ingatkan Warga Waspada
Selain itu, satu rumah di Kapanewon Tepus mengalami kerusakan pada atap dan instalasi listrik akibat tersambar petir.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan hujan deras selama sekitar 5 jam yang turun di Kapanewon Patuk menyebabkan tanggul/ talut Pondok MBS Al Muhajirin sepanjang 65 meter dan tinggi 3,5 meter ambrol. Pembersihan sisa material dilakukan pada Selasa, (12/11/2024).
“Ambrol yang kondisi bangunan sebelumnya masih dalam proses pengerjaan. Dugaan kami tanggul itu tidak kuat menahan tanah urukan yang terkena air hujan,” kata Purwono.
Kerugian akibat ambrolnya talut mencapai Rp90 juta. Meski begitu, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Adapun pada Selasa (12/11/2024) belum ada kejadian apapun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI Sleman mengungkap sejumlah kendala peningkatan wisatawan dan okupansi hotel, mulai efisiensi anggaran hingga investasi dan event besar.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.