Listrik Tersambung, Pemkab Gunungkidul Siap Uji Coba Pabrik Es Portabel Senilai Rp1,5 Miliar

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 05 Desember 2024 17:17 WIB
Listrik Tersambung, Pemkab Gunungkidul Siap Uji Coba Pabrik Es Portabel Senilai Rp1,5 Miliar

Pabrik es portabel di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing, Kabupaten Gunungkidul, DIY. – Antara/ist/Kabid Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) akan melakukan uji coba atau running test pabrik es portabel di Padukuhan Warak, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul, Jumat (6/12/2024).

Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan jaringan listrik 3 fase dari PT. PLN telah tersambung pada Kamis (5/12). Adapun jaringan air lebih dulu tersambung. Selain itu, mesin produksi telah datang pada Kamis (28/10).

“Running tes kemungkinan besok Jumat ini akan kami lakukan,” kata Wahid dihubungi, Kamis.

Pabrik es balok yang akan dikelola Koperasi Panjolo Karto Mukti tersebut memiliki kapastias produksi 1 ton es balok per hari. Produksi satu ton es balok membutuhkan waktu 10 jam. Apabila produksi es balok ditarget 2 ton per hari, maka pabrik tersebut harus beroperasi 24 jam penuh.

Memiliki ukuran 7 X 10 meter, pabrik es tersebut akan membantu suplai es balok di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing. Apabila mempertimbangkan Pabrik Es Sari Tirta Mina di Siraman, maka ada pasokan 12 ton balok es per hari. Padahal kebutuhan es balok di Gunungkidul mencapai 20 ton per hari.

Kebutuhan tersebut belum mempertimbangkan tangkapan laut ketika musim ikan dan pedagang ikan serta restoran. Dengan begitu, kebutuhan es balok dapat lebih dari 20 ton per hari.

BACA JUGA: Pengaturan Ulang Subsidi BBM, Menteri UMKM Pastikan Driver Ojol Tetap Dapat

Es balok memiliki peranan krusial dalam menjaga sistem rantai dingin dalam menjaga kualitas ikan agar tetap segar. Tanpa es balok, ikan akan mudah membusuk sebagaimana terjadi di Sadeng pada Juni 2024.

Menurut Ketua Kelompok Nelayan Pantai Sadeng, Sarpan, ada 25 ton ikan baik jenis tuna maupun cakalang mulai memusuk di ruang pendingin Pantai Sadeng. Insang ikan mulai memutih dan lemas.

Ketika itu dia menjelaskan pasokan es balok dari Pabrik Es Sari Tirta Mina tidak mampu mengkover kebutuhan nelayan. Sebab itu, nelayan di Sadeng juga mendatangkan es balok dari luar Gunungkidul.

Adapun saat melaut, perahu ukuran 10 gross ton (GT) dapat membawa 60 es balok. Sedangkan, perahu besar dapat membawa hingga 250 es balok. as

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online