Abujapi DIY Siapkan 21 Asesor untuk Uji Kompetensi Satpam
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA–Hujan deras yang mengguyur wilayah DIY beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah daerah terendam banjir, termasuk lahan pertanian. Dinas Pertanian dan Pangan (DPKP) DIY menyiapkan bantuan benih padi untuk para petani yang terdampak.
Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi lahan pertanian yang terendam banjir, terutama di wilayah Bantul. Luas area persawahan yang terdampak diperkirakan mencapai 140 hektare.
“Tanaman padi yang terendam rata-rata baru berusia dua minggu. Melihat kondisi ini, kami segera mengupayakan bantuan benih padi untuk para petani,” ujar Syam, Selasa (17/12/2024).
Lokasi persawahan yang terdampak paling parah terpusat di wilayah Poncosari dan Srandakan, Bantul. Jenis benih padi yang akan diberikan adalah varietas Inpari 32, yang dinilai cocok untuk kondisi tanah dan iklim di wilayah tersebut.
“Benih-benih ini akan kami salurkan melalui gabungan kelompok tani (gapoktan) agar pendistribusiannya lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Syam.
BACA JUGA: ITF Bawuran Beroperasi Februari 2025, Ini Tanggapan Bupati dan Ketua DPRD Bantul
Bantuan benih padi dari DPKP DIY diharapkan dapat membantu para petani untuk segera melakukan penanaman ulang dan meminimalisir kerugian akibat banjir. Selain itu, langkah ini juga merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam upaya pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terdampak bencana.
Lebih lanjut, Syam juga mengimbau kepada para petani untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam lainnya dan selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca. “Kami berharap dengan adanya bantuan ini, para petani dapat segera bangkit dan kembali produktif,” katanya,
Di sisi lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi terjadinya eskalasi cuaca ekstrem pada 16-23 Desember mendatang di Wilayah Jawa Tengah dan DIY.
"Terdapat beberapa fenomena yang terjadi bersamaan dan menyebabkan eskalasi cuaca ekstrem, mulai dari masuknya Monsun Asia yang membawa uap-uap air dan menurunkan hujan yang nyaris terjadi di puncak musim hujan," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dilansir dari laman BMKG.
Kemudian, diperparah dengan pengaruh dari Samudera Pasifik yang semakin mendingin karena wilayah perairan yang semakin menghangat sehingga terjadi peningkatan curah hujan yang diprediksi naik hingga 20% atau biasanya disebut fenomena La Nina lemah.
Selain itu, ada pula dinamika atmosfer lain yang mempengaruhi eskalasi cuaca ekstrem seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), aktifnya beberapa gelombang atmosfer di antaranya Equatorial Rossby dan Low Frekuensi, serta adanya daerah pertemuan angin (Konvergensi) serta labilitas lokal yang cukup kuat.
Masih aktifnya sirkulasi bibit siklon 93S juga perlu diwaspadai di wilayah Jawa Tengah dan DIY yaitu berupa peningkatan ketinggian gelombang di wilayah Perairan Selatan Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.