Bantuan Air Bersih Sudah Menjangkau 8 Kapanewon di Gunungkidul
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Anggota DPRD Sleman berharap persoalan sampah bisa diselesaikan secara cepat dan tuntas. Hal ini tak lepas adanya anggaran sebesar Rp53,7 miliar yang dialokasikan di 2025.
Ketua DPRD Sleman, Gustan Ganda mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya Pemkab Sleman untuk mengatasi permasalahan sampah. Hal ini terlihat dari politik anggaran yang dilakukan karena alokasi terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya.
BACA JUGA: Tiga Hari Libur Natal, 267 Ton Lebih Sampah Masuk TPAS Wukirsari
Sebagai gambaran, sambung dia, untuk alokasi di 2024 mencapai Rp35 miliar. Adapun alokasi yang disediakan di tahun depan meningkat hingga mencapai Rp53.725.939.896.
“Ada tiga fokus penanganan, yakni sampah lingkungan, pasar dan pembuatan tempat pengolahan sampah,” kata Gustan kepada wartawan, Senin (30/12/2024).
Dia menjelaskan, alokasi ini terbagi untuk berbagai kegiatan. Untuk pengelolaan sampah melalui pengangkutan dianggarkan Rp22,83 miliar; peningkatan peran serta dari Masyarakat dan kelompok hingga pihak lain sebesar rp4,38 miliar.
Selain itu, ada juga pembatasan sampah melalui pembatasan timbunan dialokasikan sebesar Rp790 juta. Adapun yang terakhir untuk penyediaan sarana prasarana pengolahan persampahan senilai Rp25,7 miliar.
“Total lebih dari Rp53 miliar, tapi masih bisa bertambah saat pembahasan APBD Perubahan 2025,” katanya.
Gustan berharap dengan alokasi anggaran tersebut diharapkan persoalan sampah di Sleman bisa segera terselesaikan. “Kami berkomitmen agar sampah bisa segera diatasi sehingga ada dukungan dalam bentuk anggaran dalam upaya penanganan sampai selesai,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan alokasi anggaran penanganan sampah di 2025. Meski demikian, di beberapa kesempatan mengakui pihaknya terus konsen untuk menangani permasalahan sampah yang masih belum maksimal.
Beberapa langkah yang dilakukan mulai dari memperluas ajakan Masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri. Cara dilakukan dengan memberikan bantuan guna pembuatan lubang biopori sebagai sarana pengolahan menjadi composting.
“Partisipasi Masyarakat penting untuk mengolah sampah organik sehingga harapannya yang dibuang ke TPST benar-benar residu yang tak bisa diolah lagi,” katanya.
Di sisi lain, juga telah menetapkan program penyelesaikan pembangunan TPST Donokerto di Kapanewon Turi. Rencananya, di tahun depan juga akan membangun satu fasilitas TPST di Kapanewon Gamping.
“Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar sehingga persoalan sampah bisa teratasi dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
KPK catat lonjakan OTT Semester I 2026 dengan 7 kepala daerah terjaring. Asset recovery capai Rp 59,99 miliar. Simak data lengkap penindakan korupsi terbaru.
Timnas Indonesia siap hadapi Timor Leste di Stadion Chonburi, Jumat (31/7). Siaran langsung RCTI & iNews. Poin krusial demi tiket semifinal Piala AFF 2026.
Harga emas perhiasan hari ini Jumat 31 Juli 2026 naik tipis. Emas 24 karat di Lakuemas Rp2,227 juta dan Rajaemas Rp2,265 juta per gram.
Pemkot Jogja menggelontorkan lebih dari Rp6 miliar untuk membenahi drainase di Kotagede dan Rejowinangun serta membangun sumur resapan.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi harapan Indonesia di perempat final Taipei Open 2026.