Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Anggota DPRD Sleman berharap persoalan sampah bisa diselesaikan secara cepat dan tuntas. Hal ini tak lepas adanya anggaran sebesar Rp53,7 miliar yang dialokasikan di 2025.
Ketua DPRD Sleman, Gustan Ganda mengatakan, pihaknya mendukung penuh upaya Pemkab Sleman untuk mengatasi permasalahan sampah. Hal ini terlihat dari politik anggaran yang dilakukan karena alokasi terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya.
BACA JUGA: Tiga Hari Libur Natal, 267 Ton Lebih Sampah Masuk TPAS Wukirsari
Sebagai gambaran, sambung dia, untuk alokasi di 2024 mencapai Rp35 miliar. Adapun alokasi yang disediakan di tahun depan meningkat hingga mencapai Rp53.725.939.896.
“Ada tiga fokus penanganan, yakni sampah lingkungan, pasar dan pembuatan tempat pengolahan sampah,” kata Gustan kepada wartawan, Senin (30/12/2024).
Dia menjelaskan, alokasi ini terbagi untuk berbagai kegiatan. Untuk pengelolaan sampah melalui pengangkutan dianggarkan Rp22,83 miliar; peningkatan peran serta dari Masyarakat dan kelompok hingga pihak lain sebesar rp4,38 miliar.
Selain itu, ada juga pembatasan sampah melalui pembatasan timbunan dialokasikan sebesar Rp790 juta. Adapun yang terakhir untuk penyediaan sarana prasarana pengolahan persampahan senilai Rp25,7 miliar.
“Total lebih dari Rp53 miliar, tapi masih bisa bertambah saat pembahasan APBD Perubahan 2025,” katanya.
Gustan berharap dengan alokasi anggaran tersebut diharapkan persoalan sampah di Sleman bisa segera terselesaikan. “Kami berkomitmen agar sampah bisa segera diatasi sehingga ada dukungan dalam bentuk anggaran dalam upaya penanganan sampai selesai,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman, Epiphana Kristiyani belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan alokasi anggaran penanganan sampah di 2025. Meski demikian, di beberapa kesempatan mengakui pihaknya terus konsen untuk menangani permasalahan sampah yang masih belum maksimal.
Beberapa langkah yang dilakukan mulai dari memperluas ajakan Masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri. Cara dilakukan dengan memberikan bantuan guna pembuatan lubang biopori sebagai sarana pengolahan menjadi composting.
“Partisipasi Masyarakat penting untuk mengolah sampah organik sehingga harapannya yang dibuang ke TPST benar-benar residu yang tak bisa diolah lagi,” katanya.
Di sisi lain, juga telah menetapkan program penyelesaikan pembangunan TPST Donokerto di Kapanewon Turi. Rencananya, di tahun depan juga akan membangun satu fasilitas TPST di Kapanewon Gamping.
“Mudah-mudahan semua bisa berjalan lancar sehingga persoalan sampah bisa teratasi dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ancaman seluler makin tertarget di Asia Pasifik. Kaspersky mencatat 15.163 deteksi di Indonesia pada Q1 2026.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka
Grammy Awards 2027 tetap akan menghadirkan kategori Best Asian Pop Music Performance meski sebelumnya menuai perdebatan di kalangan musisi. Recording Academy me
Kapolri Suyudi Ario Seto memutasi 88 perwira melalui ST/2205/X/KEP./2026. Sejumlah jabatan utama Mabes Polri ikut berganti.