Cuaca Ekstrem Serang Kolam Gurame Sleman, Tebar Benih Diminta Ditunda
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY menyampaikan salah satu ruas jalan di Tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul rawan dilewati kendaraan bermotor. Sebab itu, Dinas menyarankan agar pengendara mengambil alternatif jalan lain.
Kepala DPUP-ESDM DIY, Anna Rina Herbranti mengatakan tanah di sekitar ruas jalan tersebut masih bergerak. Dengan musim hujan yang berpotensi memunculkan cuaca ekstrem, ruas jalan tersebut rawan dilalui kendaraan.
“Bila tidak terpaksa sebaiknya jangan melintasi ruas jalan itu,” kata Anna dihubungi, Senin (30/12/2024).
BACA JUGA: Ratusan Warga Gunungkidul Suspek Chikungunya
Anna menambahkan DPUP-ESDM saat ini sedang menganalisis kondisi tanah sekitar. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar kajian dan penghitungan kebutuhan konstruksi. Setelah mendapat hasil kebutuhan, Dinas akan menghitung kebutuhan anggarannya.
Pasca kebutuhan anggaran didapat, Dinas akan mengusulkan kebutuhan anggaran tersebut. “Soalnya anggaran penanganan saat ini belum tersedia,” katanya.
Lebih jauh, Anna mengaku Dinas telah berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan pengamanan di lokasi amblasan.
Sekretaris Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan mengatakan kepolisian setempat dan Dishub telah menutup titik ambalasan tersebut. “Kami memberikan fasilitas waterbarrier dan rambu peringatan,” kata Bayu.
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto sebelumnya menyampaikan ruas jalan tersebut amblas dengan panjang sekitar 30 meter dengan kedalaman 2 meter.
Ruas jalan tersebut semakin rawan untuk dilewati lantaran terjadi penurunan secara ajeg. Apabila hujan, ambalasan semakin parah.
Senada dengan Suryanto, Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto juga menyatakan pernurunan terjadi secara ajeg, bahkan tiap hari. Penurunan terjadi 15–20 sentimeter.
Eko juga berpendapat tanah di lokasi amblasan masih bergerak. Bagian dasar tebing mengalami pergerakan mengarah ke aliran sungai di bawahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Persaingan Grup A Piala Presiden 2026 memasuki laga penentuan. Arema FC memburu tiket semifinal saat menghadapi DPMM FC, sementara Persib Bandung membidik kemen
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.