Hasil Cek Sumur Warga Sekitar Pabrik Kulit Keluar Sepekan
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Panorama sunset dari Queen of The South Resort Bantul/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, BANTUL—Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul mendorong agar Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) menggelar Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) di hotel dan restoran yang ada di wilayah Bantul.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra menuturkan wilayah Bantul memiliki akomodasi yang memadai untuk kegiatan meeting di hotel. Namun, beberapa OPD justru memilih menggelar pertemuan di hotel dan restoran luar Bantul.
"Karena saya masih melihat ada OPD yang [menggelar rapat] untuk akomodasi dan ruang meeting-nya di luar Bantul," ujarnya, Sabtu (4/1/2025).
Dia berharap agar OPD menggelar meeting di hotel dan restoran yang wilayah Bantul. Hal itu menurutnya juga mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang didapat dari pajak hotel dan restoran.
"Kalau [menyelenggarakan rapat di hotel dan restoran wilayah lain], pendapatan pajak ke daerah lain," ujarnya.
Hendra menambahkan, penyelenggaraan MICE menjadi andalan bagi sektor hotel dan restoran selama masa low season. Dia pun berharap, OPD Pemkab Bantul dapat mendukung usaha hotel dengan menggelar MICE di hotel dan restoran di Bantul.
Sementara, dia mengaku, untuk penyelenggaraan exhibition, hotel dan restoran di Bantul masih belum memadai. Saat ini hanya Jogja Expo Center (JEC) yang dikelola oleh Pemda DIY yang berada di wilayah Bantul yang sering digunakan sebagai lokasi pameran.
Dia menilai, pameran sering diselenggarakan di wilayah Bantul. Namun, belum ada tempat yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut. Saat ini investor yang masuk ke Bantul untuk membangun hotel masih minim. Hal itu lantaran aksebilitas wilayah masih belum mendukung.
"Pertumbuhan hotel cukup stagnan, aksebilitas dan fasilitas umum kurang mendukung. Saat semua tidak mendukung, tentu investor tidak mau masuk," imbuhnya.
Padahal menurutnya Bantul masih memerlukan tambahan hotel guna mendukung akomodasi di DIY. Dia menilai, sebagai daerah yang mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, Pemkab Bantul perlu meningkatkan aksebilitas dan fasilitas umum yang ada guna mendorong investasi di sektor perhotelan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Kota Jogja memeriksa air sumur warga sekitar pabrik kulit PT Sinar Obor. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam tujuh hari.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.
Cek desil bansos 2026 lewat HP menggunakan NIK. Kenali 5 desil prioritas PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000.