Hujan Mulai Turun, Kekeringan di Gunungkidul Belum Teratasi
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
Virus - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus Human Metapneumovirus (HMPV). Baru-baru ini Kementerian Kesehatan RI menyebut bahwa virus ini telah masuk ke Indonesia dan masyarakat diminta untuk waspada dan tidak perlu panik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono menyampaikan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) untuk melaporkan setiap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan pneumonia. Selain itu, kewaspadaan juga ditingkatkan terhadap laporan kasus Influenza-Like Illness (ILI).
“Kami terus memantau perkembangan situasi terkini. Semua faskes harus melaporkan setiap kasus ISPA dan pneumonia. Selain itu, kami juga meningkatkan kewaspadaan pada laporan kasus ILI,” kata Ismono, Selasa (7/1/2025).
Tidak hanya meningkatkan surveilans, Dinkes Gunungkidul juga gencar melakukan sosialisasi mengenai HMPV kepada masyarakat. Edukasi mengenai gejala, penularan, dan cara pencegahan virus ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.
“Sosialisasi kepada masyarakat sangat penting. Kami informasikan mengenai gejala HMPV, bagaimana cara penularannya, dan yang paling penting adalah bagaimana cara mencegahnya,” tambah Ismono.
BACA JUGA: Bantul Lakukan Validasi Data Sasaran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
HMPV merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebabkan infeksi serius, terutama pada bayi, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah. Gejala yang ditimbulkan mirip dengan flu biasa, seperti batuk, demam, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan.
“Kasus yang parah dapat menyebabkan bronkitis atau pneumonia. Oleh karena itu, kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan penderita penyakit kronis perlu lebih waspada,” jelas Ismono.
Untuk mencegah penyebaran HMPV, masyarakat diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan yakni mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, menggunakan masker terutama di tempat umum atau saat berinteraksi dengan orang banyak dan membersihkan dan disinfeksi permukaan benda yang sering disentuh.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang tapi tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
Eko Suwanto mendorong DIY menetapkan 2027 sebagai Tahun Menanam dan mengaudit lingkungan untuk memperkuat mitigasi bencana.
PSS Sleman kebobolan 11 gol dalam enam laga Super League. Pieter Huistra membenahi pertahanan jelang menjamu Borneo FC Samarinda.
Pengangguran lulusan perguruan tinggi mencapai 1,03 juta orang pada Mei 2026. MagangHub dinilai belum efektif dan perlu dibenahi.
Simak diskon tiket Nataru 2026/2027, mulai kereta api 30%, kapal PELNI 30%, PPN pesawat ditanggung pemerintah, hingga stimulus ASDP.
Bea Cukai mencatat 127 penindakan ekspor emas ilegal senilai Rp1,02 triliun. Bersama Polri dan ESDM, pemerintah memburu korporasi di balik jaringan tersebut.