Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Walikota Jogja terpilih Hasto Wardoyo saat menyambangi Kelurahan Wirobrajan, Minggu (12/1/2025) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Walikota Jogja terpilih Hasto Wardoyo mengungkapkan proses transisi kepemimpinan di Pemkot Jogja sangatlah penting. Oleh karena itu, meski baru ditetapkan dan belum dilantik, Hasto mulai menyampaikan berbagai rencana program kerja yang akan dilakukan nantinya.
Dia mengatakan penyampaian bocoran program kerja ini bukan dalam rangka memberikan perintah secara langsung, tapi ini dilakukan agar masa transisi kepemimpinan nantinya berjalan dengan mulus.
Salah satu yang program kerja yang mulai disampaikan kepada OPD di Kota Jogja adalah berkaitan dengan penanganan persoalan sampah. Hasto mengatakan, dia tak mau melihat adanya warga yang antri untuk buang sampah di depo. Apalagi banyak depo yang tempatnya di tepi jalan dan tidak sedap dipandang mata.
BACA JUGA : Hasto Wardoyo Sebut Pilkada Jogja Tak Dihiasi Kekerasan dan Politik Uang
“Depo-depo yang ada sekarang ini banyak yang tidak strategis, mengganggu pandangan, dan tidak etis. Seperti di Pakualaman, depo di pinggr jalan sampai menutupi jalan . Sedangkan Pakualaman ini adalah daerah heritage di Kota Jogja,” ujar Hasto dikutip, Senin (13/1/2025).
Hasto nantinya akan menginisiasi sistem pengangkutan sampah di tingkat rumah tangga menuju ke depo dengan memanfaatkan transporter atau penggerobak. Nantinya, warga cukup mengumpulkan sampah di depan rumah dan penggerobak akan mengambil sampah yang sudah terkumpul itu untuk dibuang ke depo sampah. Alternatif lain, masyakarat juga bisa mengumpulkan sampah di satu titik yang sudah disepakati dengan warga lainnya.
“Maunya saya [sampah] warga dijemput saja di rumahnya masing-masing. Kecuali keluarga punya kesepakatan sendiri bersama RT dan RW, mungkin disepakati di lingungannya monggo,” imbuhnya.
Mantan Kepala BKKBN ini mengatakan dengan sistem penjemputan sampah ini, maka diharapkan masyarakat tak lagi direpotkan dengan persoalan sampah. Antrian panjang di depo-depo sampah juga diharapkan tak terjadi. Masyarakat juga tak perlu lagi untuk diam-diam membuang sampah pada malam hari. Di sisi lain, Hasto mengaku sudah melakukan perhitungan. Produksi sampah di Kota Jogja saat ini mencapai 300 ton. Sedangkan sampah yang tertimbun di depo dan harus segera diangkut ada sebanyak 1.040 ton.
“Kami sudah berhitung truk yang bisa berjalan itu ada 40 dan satu truk kalau membawa sehari 5 ton sehingga sehari kalau 40 truk bisa 200 ton sekali angkut,” katanya.
BACA JUGA : Pilkada Jogja Tanpa Sengketa, KPU Tetapkan Hasto-Wawan sebagai Paslon Terpilih
Selain itu, Kota Jogja sejauh ini sudah memiliki unit pengolahan sampah di beberapa tempat. Berdasarkan hitungan Hasto, sampah yang mampu diolah di unit pengolahan sampah itu mencapai 165 ton. Ke depan, menurutnya memungkinkan untuk menjadikan unit pengolahan sampah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) sehingga pengentasan masalah sampah bisa lebih cepat tertangani.
“Dan kami akan sebanyak mungkin memberdayakan masyarakat RT, RW. Jujur sudah saya bocorkan kepada teman-teman di Pemkot Jogja agar masa transisi ini sedikit menyesuaikan apa yang akan kami rencanakan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.